Bangun Gedung Baru, UGM Perluas Pelayanan Perpustakaan


YOGYAKARTA (KU) – Universitas Gadjah Mada (UGM) akan membangun lima gedung perpustakaan baru dengan menempati area seluas 13 ribu meter persegi di sekitar area Unit Perpustakaan Terpadu (UPT) Unit I, Bulaksumur. Pembangunan gedung tersebut ditargetkan selesai pada 2014 dengan menelan dana sekitar 56,7 miliar rupiah.

Drs. Ida Fajar Priyanto, M.A., Kepala  Perpustakaan UGM, mengatakan gedung yang berlokasi di sebelah selatan Kantor Pusat UGM  tersebut nantinya dimaksudkan untuk memperluas pelayanan perpustakaan, terutama untuk koleksi digital dan penambahan fasilitas belajar bersama (learning community).

Keseluruhan bahan bangunan gedung akan menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, masing-masing gedung akan dibangun taman atap (roof garden) sebagai tempat rekreasi bagi pengunjung perpustakaan. Menurut rencana, lima gedung yang disebut "lima klaster" akan terdiri atas 2 gedung bertingkat lima dan 3 gedung bertingkat tiga. "Untuk tahap pertama, dibangun dua gedung berlantai lima yang selesai hingga 2012," kata Fajar, Rabu (22/9).

Ida Fajar menerangkan penambahan gedung baru nantinya diharapkan akan memperluas pelayanan perpustakaan bagi civitas akademika UGM. Dari sebelumnya, pelayanan perpustakaan  adalah 0,5 meter persegi per mahasiswa, dengan adanya 5 gedung baru ini akan menambah perluasan pelayanan menjadi 0,7 meter persegi per mahasiswa. "Pelayanan perpustakaan UGM saat ini 0,5 per mahasiswa. Sudah melampui standar nasional, yakni 0,4 meter persegi," katanya.

Kendati sudah melampui standar nasional, tingkat perluasaan pelayanan perpustakaan di UGM masih kalah dengan universitas bertaraf internasional di luar negeri. Untuk ukuran universitas bertaraf internasional, pelayanan perpustakaan sudah mencapai 1 meter persegi per mahasiswa. "Waktu studi banding ke beberapa negara, rata-rata yang sudah internasional sudah capai 1 meter persegi per mahasiswa," imbuhnya.

 

Perilaku Mencari Informasi Berubah

Diakui Ida Fajar, keinginan untuk menambah gedung perpustakaan baru telah menjadi keinginan pengelola perpustakaan sejak lama. Namun begitu, perluasan gedung baru ini bertujuan untuk menjawab perubahan perilaku mencari informasi (information behaviour) pengunjung perpustakaan. "Tren cari informasi kini sudah berubah. Kalau dulu, mencari informasi lewat baca buku di perpustakaan, sekarang menggunakan laptop atau komputer. Mereka lebih banyak mengunduh buku digital. Akibatnya, pemanfaatan koleksi cetak sedikit berkurang, tapi koleksi digital bertambah," jelasnya.

Di ruang baca koleksi digital setidaknya diperlukan fasilitas yang cukup memadai, terutama untuk peralatan komputer dan ruang akses bagi pengunjung melalui notebook dan laptopnya sendiri. Dengan demikian, pusat terminal komputer yang dibutuhkan jauh lebih banyak. "Ruang untuk ini dibutuhkan lebih besar. Apalagi mahasiswa lebih suka belajar bersama-sama. Nantinya, di gedung baru akan banyak ruang-ruang kecil untuk tempat diskusi dengan fasilitas IT (information technology)," tambahnya.

Kecenderungan belajar berkelompok ini pula yang menginspirasi pengelola UGM untuk mendesain ruang-ruang di gedung perpustakaan kelak dengan fasilitas taman rekreasi yang berlokasi di atap gedung. "Atap yang digunakan berupa rumput, bisa digunakan untuk bersantai di alam terbuka, sekadar baca buku atau mengunduh informasi lewat fasilitas hot spot" terangnya.

Penambahan lima gedung baru tentunya secara otomatis menambah total luas gedung perpustakaan di UGM menjadi 17 ribu meter persegi. Luas ini sudah termasuk luas perpustakaan yang ada di 18 fakultas.

Sebelumnya, Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Dr. Ir. Adam Pamudji Rahardjo, M.Sc., dalam kesempatan bertemu wartawan beberapa waktu lalu juga sempat mengatakan pembangunan gedung perpustakaan baru sudah sejak lama direncanakan. Meskipun demikian, baru saat ini terealisasi karena UGM juga tengah membangun Rumah Sakit Pendidikan. "Kita perkirakan dalam 3-4 tahun ini gedung perpustakaan ini akan selesai," katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)