Dies Natalis ke-55, FMIPA Perluas Pengakuan Internasional


YOGYAKARTA (KU) – Dekan Fakultas MIPA UGM, Dr. Chairil Anwar, Jumat (17/9), membuka kegiatan Dies Natalis ke-55 FMIPA UGM. Acara pembukaan ditandai dengan pelepasan dua buah balon berhadiah uang, masing-masing sebesar 300 ribu rupiah. Kegiatan lustrum ke-11 ini mengambil tema "Enhancing International Recognition". Pemilihan tema didasarkan pada capaian rekognisi atas prestasi FMIPA UGM yang diraih selama lima tahun terakhir, baik secara individu maupun institusional.

Chairil mengatakan rekognisi demi rekognisi pengakuan internasional diperoleh FMIPA dalam berbagai bidang. Melalui lustrum kali ini, FMIPA hendak meneguhkan kembali komitmennya dalam mempertahankan hingga meningkatkan kualitas rekognisi yang telah dicapai  untuk internasionalisasi. Salah satu upaya internasionalisasi adalah dengan meningkatkan jumlah staf pengajar yang bergelar doktor. "Secara umum, hampir 50 persen tenaga pengajar bergelar doktor. Bahkan, Jurusan Kimia lebih dari 75 persen bergelar doktor," ujar Chairil kepada wartawan.

Ia menyebutkan saat ini program strata 1 FMIPA memiliki 7 prodi, sedangkan untuk strata 2 ada empat prodi. Untuk semua prodi, program S-1 medapatkan akreditasi A. Tahun ini, FMIPA melakukan restrukturisasi jurusan dengan menambah satu jurusan baru, yakni Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika. "Jika sebelumnya ada tiga, yakni Jurusan Matematika, Kimia, dan Fisika. kini kita punya empat jurusan," katanya.

Di samping itu, kata Chairil, Fakultas MIPA juga akan memperbanyak persentase jumlah mahasiswa asing dan  pascasarjana. Untuk mahasiswa pascasarjana, jumalahnya baru mencapai 20 persen dari total mahasiswa di Fakultas MIPA. "Dari 4.000 mahasiswa, maka 1.000-an adalah mahasiswa pascasarjana. Ke depan kita harapkan bisa ditingkatkan jadi 25-30 persen," tuturnya.

Guna mendorong pengembangan dan penerapan hasil penelitian para staf pengajar, Chairil mengatakan pihaknya akan memperluas kerja sama internasional. Chairil menyebutkan pihaknya kini tengah melirik pengiriman SDM ke negara-negara di kawasan ASEAN, seperti Kamboja dan Timor Leste. Selain itu, juga di negara-negara di kawasan Timur Tengah, misalnya Jordania dan Irak. "Jika rekan kita di Malaysia membidik pasar Timur Tengah, kita melirik daerah di lingkungan ASEAN, seperti Kamboja dan Timor Timur. Rencanaya juga di Irak dan Jordania, kerja sama untuk pembinaan SDM kita," tambahnya.

Ditemui di sela-sela acara, Ketua Panitia Lustrum, Prof. Dr. Sri Wahyuni, S.U., menyampaikan rangkaian agenda kegiatan Lustrum XI FMIPA meliputi kegiatan family gathering, olahraga bersama, dan anjangsana. Selanjutnya, juga akan dilakukan seminar hasil penelitian dan konferensi internasional. "Seminar penelitian ini dalam rangka memperkenalkan hasil penelitian kita kepada publik. Ini terbuka untuk umum. Juga ada konferensi internasional dari Jurusan Kimia tentang green chemistry. Sementara Jurusan Matematika melaksanakan konferensi internasional aljabar," ujarnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)