Universitas Gadjah Mada menggelar acara Temu Orang Tua Mahasiswa Baru Program Sarjana dan Sarjana Terapan Tahun Akademik 2026/2027 yang diadakan di Grha Sabha Pramana, Senin (3/8). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan dialog antara universitas dengan orang tua dalam membangun kolaborasi untuk mendukung keberhasilan pendidikan mahasiswa sejak awal memasuki dunia perkuliahan.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyambut hangat kehadiran ribuan orang tua mahasiswa baru UGM tahun 2026. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi perlu kolaborasi erat antara universitas dengan para orang tua dalam membentuk ekosistem pembelajaran yang mendukung capaian prestasi terbaik bagi mahasiswa. “Kami percaya bahwa keberhasilan pendidikan mahasiswa bukan hanya kerja tunggal institusi pendidikan tinggi. Perlu kerja kolaboratif dari para orang tua agar dapat membentuk ekosistem pembelajaran yang saling menopang dalam mewujudkan prestasi akademik mahasiswa,” terangnya.
UGM terus menjalankan komitmen sebagai kampus inklusif yang terus membuka akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain menanamkan nilai toleransi, kebhinekaan, dan solidaritas, UGM juga berkomitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dengan menjamin kampus bebas dari kekerasan seksual, perundungan, dan segala bentuk diskriminasi. Menurutnya, kesehatan mental dan fisik mahasiswa menjadi prasyarat penting dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa. “Kesehatan mental, anti diskriminasi, dan kampus inklusif menjadi komitmen kami dalam menjalankan mandat pendidikan bermartabat UGM. Adapun pelayanan kesehatan yang disediakan UGM seperti klinik dan rumah sakit, serta unit pelayanan untuk menjaga kesejahteraan, seperti Unit Layanan Kesehatan Mental dan Unit Layanan Disabilitas,” jelasnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, M.Si., menegaskan bahwa UGM tidak hanya fokus mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian sosial mahasiswa sebagai bekal menjadi pemimpin bangsa masa depan. “UGM menyelenggarakan pendidikan tinggi tidak hanya semata-mata untuk keunggulan akademik, tetapi juga beriringan dengan pembentukan karakter mahasiswa agar peduli secara sosial. UGM menjadi universitas berkelas dunia juga tetap berakar pada nilai-nilai budaya,” tuturnya.
Menurut Arie, dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia yang terus berubah, UGM memberikan ruang seluas-luasnya pada mahasiswa untuk terus mengembangkan kepemimpinan, literasi digital, hingga pengalaman nyata melalui berbagai kegiatan, seperti KKN, magang, pertukaran pelajar, kompetisi, hingga kewirausahaan. “Mahasiswa tidak cukup dibekali ilmu tetapi juga pengalaman dan jejaring. Upaya ini yang kita sebut sebagai menyiapkan kompetensi untuk para mahasiswa soal leadership, soft skill, literasi digital, AI, bahasa asing, maupun sertifikasi,” katanya.
Dalam acara temu orang tua ini juga diserahkan bantuan berupa laptop kepada 5 mahasiswa baru UGM yang mendapatkan UKT Subsidi 100 persen dan berasal dari berbagai jalur penerimaan. Adapun bantuan laptop diterima secara simbolis oleh ketiga orang tua mahasiswa baru, yakni Charoline Sihole, orang tua dari Walmer Zebaoth Siburian dari jalur SNBP; Meseri, orang tua dari Mahmudah dan Muzdrickah dari jalur PBUTM; dan Siti Rohani, orang tua dari Tiara Julianti dari jalur PBUB.
Siti Rohani, selaku perwakilan orang tua mahasiswa baru menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas diterima putra putri mereka di UGM. Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan masa studi sebagai proses pendewasaan dengan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, integritas, kepedulian sosial, serta semangat belajar sepanjang hayat. “Kami titipkan mereka pada bapak dan ibu sekalian untuk dibimbing menjadi insan yang berilmu, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan kemanusiaan,” pungkas Siti.
Penulis : Cyntia Noviana
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie
