Universitas Gadjah Mada terus memperluas jejaring internasional dengan memperkuat kemitraan bersama negara-negara di kawasan Timur Tengah. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, H.E. Dr. Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, beserta delegasi ke Kampus UGM, Senin (3/8), sebagai langkah mempererat hubungan bilateral di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas peluang kerja sama antara UGM dengan berbagai universitas maupun institusi di Qatar. Selain menjajaki penguatan program mobilitas akademik, kedua belah pihak juga membahas potensi skema pendanaan bersama bagi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, UGM menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan kolaborasi internasional yang berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan global melalui riset kolaboratif, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Hubungan kerja sama antara UGM dan berbagai institusi di Qatar telah terjalin sejak 2021 dan terus berkembang hingga saat ini. Berbagai program telah dilaksanakan, di antaranya student mobility, lecturer mobility, serta joint research and publication. UGM juga telah menjalin kemitraan resmi dengan Qatar University dan University of Doha for Science and Technology (UDST) yang berlaku hingga tahun 2030 sebagai landasan pengembangan kerja sama akademik jangka panjang.
Kerja sama tersebut dibangun melalui serangkaian aktivitas diplomasi akademik yang berlangsung secara berkesinambungan. Pada 8 Mei 2023, UGM menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Qatar untuk Indonesia periode 2020–2024, **Her Excellency Fawziya Edrees Salman Al-Sulaiti**, yang membuka peluang kerja sama strategis dengan Qatar University.
Tidak lama berselang, pada 7 Juni 2023, UGM kembali menerima kunjungan delegasi Pemerintah Qatar. Semula kunjungan direncanakan dipimpin oleh Sheikha Al Mayassa binti Hamad Al Thani, Chairperson Qatar Museums sekaligus adik Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Namun, delegasi kemudian dipimpin oleh Dr. Hamad Bin Abdulaziz Al-Kawari, Menteri Negara Qatar, untuk membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, kebudayaan, dan penelitian.
Penguatan hubungan bilateral terus berlanjut pada Februari 2024 ketika Rektor UGM melakukan kunjungan balasan kepada Duta Besar Qatar di Jakarta sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi dan memperluas peluang kemitraan strategis.
Pada Mei 2024, UGM turut berpartisipasi dalam The 1st Indonesian Education Expo di Doha, Qatar, sebagai bagian dari promosi pendidikan tinggi Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperluas jejaring dengan berbagai institusi pendidikan di Qatar.
Masih pada bulan yang sama, Rektor UGM bersama jajaran pimpinan universitas melakukan kunjungan resmi ke Qatar. Delegasi yang terdiri atas Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dekan Sekolah Vokasi, Dekan Fakultas Geografi, Wakil Dekan Fakultas Teknik, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Direktur Kemitraan dan Relasi Global, Kepala Kantor Urusan Internasional, serta Prof. Sangidu mengunjungi sejumlah institusi terkemuka, yaitu Qatar University, University of Doha for Science and Technology, Hamad Bin Khalifa University (HBKU), Qatar Foundation, serta Sidra Medical and Research Center. Dalam kunjungan tersebut, UGM juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Qatar University sebagai dasar pengembangan berbagai program kolaboratif.
Kolaborasi juga terus berkembang pada tingkat fakultas. Pada 9 Juli 2024, Sekolah Vokasi UGM menerima kunjungan Dean of College of Engineering Technology University of Doha for Science and Technology, Dr. Awni Al-Otoom, untuk membahas peluang kerja sama dalam pengembangan pendidikan vokasi dan bidang rekayasa terapan.
Selain itu, setelah pertemuan Rektor UGM dengan Presiden Hamad Bin Khalifa University (HBKU) di Hong Kong, UGM juga telah mengirimkan proposal **strategic partnership** guna memperluas kolaborasi kedua universitas. Proposal tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama yang lebih komprehensif pada masa mendatang.
Penguatan kemitraan internasional UGM dengan Qatar juga memasuki babak baru melalui pengembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI). Pada 2025, UGM menjalin kemitraan strategis bersama Indosat Ooredoo Hutchison yang diawali dengan kesepakatan antara Rektor UGM dan President Director & CEO Indosat untuk membangun ekosistem kolaborasi AI yang berkelanjutan.
Melalui kerja sama tersebut akan dibentuk NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) Joint Centre, yang dijadwalkan diluncurkan secara resmi pada 13 Agustus 2026 di Gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Pusat kolaborasi ini akan mengembangkan tiga proyek unggulan, yaitu e-Nose TB dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Tech4Disaster dari Fakultas Geografi, serta Smart Agriculture dari Fakultas Teknologi Pertanian.
Melalui kunjungan Duta Besar Qatar kali ini, UGM berharap hubungan yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga inovasi teknologi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai program yang memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian tantangan global dan penguatan hubungan Indonesia–Qatar.
Penulis : Jelita Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie
