
Gereja Athanasius yang berada di Komplek Fasilitas Kerohanian UGM genap berusia 1 tahun. Di perayaan ulang tahun pertama sejak berdirinya gereja ini, dilaksanakan serangkaian kegiatan Bakti Sosial dan Misa Syukur. Kegiatan pengabdian berupa pemeriksaan kesehatan gratis yagn diikuti 133 warga sekitar dilaksankan pada hari Jum’at (21/2) di Gereja Athanasius. Sedangkan Misa Syukur dilaksanakan pada hari Sabtu (22/2) dipimpin tiga romo yaitu Romo Vikep Kategorial, Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr., Romo Pusat Pastoral Mahasiswa, Romo Agustinus Daryanto, SJ dan Romo Mahasiswa S2 Teknik Sipil UGM & Asisten Pelayanan Sakramental, Romo Vincentius Doni Erlangga Satriawan, SJ.
Romo Yohanes Dwi Harsanto dalam homili Misa Syukur berharap Gereja Athanasius UGM bisa menampilkan keberadaannya lebih dari sekedar bangunan. Para warga Gereja Anasthasius UGM secara khusus diharapkan bisa memanfaatkan kehadiran gereja untuk menunjukkan solidaritas Allah. Disebutnya, solidaritas Allah bagi manusia tampak pada solidaritas kepada sesama. Bahwa solidaritas Allah itu merangkul yang lain, dan terwujud dalam sikap inklusiv. “Gereja ini berada di Fasilitas Kkerohanian UGM dengan berdampingan bermacam agama maka sudah selayaknya bersikap inklusiv. Kita selalu berharap ditempat ini harus terus ada pembinaan iman”, ucapnya.
Dosen Fakultas Kedokteran Gigi UGM sekaligus pengurus gereja, Prof. Dr. drg. Regina Titi Christinawati Tandelilin, M.Sc, menyatakan rasa syukur atas usia 1 tahun Gereja Athanasius yang berada di Komplek Fasilitas Kerohanian UGM. Gereja UGM, disebutnya, tidak hanya menjadi tempat mahasiswa belajar menuntut ilmu, tetapi juga menjadi rumah bagi banyak warga kampus yang mencari kedamaian dan pertumbuhan rohani. “Tanpa kebijakan dari UGM, gereja ini mungkin belum bisa terwujud, dan kami sangat menghargai kerja sama yang terjalin hingga sekarang”, ungkapnya.
Kehadiran dan dedikasi para romo, kata Regina, sangat berperan dalam mengiringi perjalanan rohani warga Katholik UGM. Pendampingan yang sangat bermakna baik di dalam maupun di luar gereja. “Tak lupa, ungkapan terima kasih kepada seluruh warga kampus, dosen, mahasiswa, dan para tendik yang telah memberikan dukungan penuh sejak awal perjalanan gereja ini. Terima kasih atas doa, waktu, dan tenaga yang telah diberikan untuk memastikan gereja ini dapat berdiri dan bertumbuh serta berkembang dengan baik”, terangnya.
Regina menambahkan seiring dengan perayaan ulang tahun pertama Gereja Athanasius, warga Katholik UGM juga diingatkan oleh ikon Luce (Cahaya) dalam logo tahun jubileum dari Vatikan. Luce mengingatkan warga Gereja Athanasius untuk menjadi cahaya bagi setiap orang yang mencari terang, harapan, dan kedamaian dalam kehidupannya. “Kita semua dipanggil untuk menjadi cahaya bagi dunia, terlebih di tengah-tengah komunitas kampus UGM ini, untuk terus berbuah dalam iman, harapan, dan kasih yang membawa damai bagi sesama”, imbuhnya.
Ir. Indra Perdana, S.T., MT., Ph.D, selaku pengurus Gereja Athanasius lainnya menyebutkan dalam pemeriksaan kesehatan gartsi, tercatat sebanyak 133 warga sekitar gereja mengikuti pemeriksaan dan konsultasi Kesehatan Gigi dan mulut, Kesehatan umum dan gizi. Bakti sosial ini merupakan wujud nyata dari kegiatan tridharma perguruan tinggi yang menggabungkan antara pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan kerohanian. “Atas kasihNya kita bisa melaksanakan pelayanan kesehatan. Terima kasih kepada para mahasiswa yang tergabung dalam MISA KAMPUS maupun KMK yang menjadi motor kegiatan ini. Terima kasih juga kepada para dosen dan tenaga pendidik, yang telah bekerja keras untuk mendukung kegiatan ini”, ungkapnya.
Penulis : Agung Nugroho