
Salah satu tantangan terbesar bagi mahasiswa setelah lulus dari perguruan tinggi adalah menentukan pilihan di jenjang berikutnya. Berada di tengah kondisi ketidakstabilan ekonomi dan sempitnya lapangan pekerjaan, menjadi hambatan besar dalam memulai karir. Oleh karena itu diperlukan bekal untuk selalu mengasah kompetensi diri dan jiwa kepemimpinan yang mumpuni dalam mengawal karir profesional di dunia kerja.
Hal itu dikemukakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Haerudin, S.H., M.H hadir sebagai pembicara untuk menyampaikan materi mengenai kepemimpinan dan kiprah Kagama dalam Pembekalan Calon Wisudawan Universitas Gadjah Mada Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode II Tahun Akademik 2024/2025 dilaksanakan pada Selasa (25/2) di Grha Sabha Pramana. Sebanyak 1.408 calon wisudawan mengikuti pembekalan Sinergi UGM dan Kagama sebelum resmi menjadi alumni UGM.
Haerudin menyampaikan, lulusan sarjana harus terus mengasah kompetensi diri dan jiwa kepemimpinan. Kedua aspek tersebut tidak hanya penting untuk memudahkan permulaan karir, namun juga memberikan arah dan tujuan pada diri sendiri.“Paling tidak kalian memiliki jiwa kepemimpinan. Bukan soal kalian bisa memimpin tim, tapi utamanya bagaimana kalian memimpin diri sendiri,” tutur alumnus Fakultas HUkum UGM ini.
Ia menceritakan bagaimana awal mula dirinya mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dahulu dirinya tidak memiliki biaya untuk sekedar mendaftar, namun pada akhirnya ia berhasil menjadi PNS tanpa biaya sedikitpun berkat tekad dan kepercayaan diri yang kuat. Kisah tersebut hingga saat ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi dirinya.
Haerudin melanjutkan, hal penting lainnya adalah untuk selalu mengingat langkah awal apa yang pertama kali diambil. Menurutnya, alumni UGM perlu merefleksikan diri mengenai alasan awal memilih UGM sebagai universitas pilihan. Segala keputusan menyangkut langkah penting harus benar-benar diambil oleh kemauan sendiri. Itu akan menumbuhkan jiwa kepemimpinan karena terbiasa memberikan tujuan pada diri sendiri. “Menjadi alumni UGM kalian telah memiliki kelebihan dibanding yang lain. Karena nama UGM sudah ada di mana-mana. Karenanya, sebagai alumni kalian juga harus ikut mengharumkan nama alumni dengan berkontribusi pada bangsa,” ujar Haerudin.
Lebih lanjut, Haerudin mengungkap fakta tes CPNS dalam beberapa tahun terakhir. Bahwa skor rata-rata tes pancasila dalam SKD tidak pernah mencapai passing grade. Menurutnya, fakta ini cukup menggambarkan bagaimana jiwa ideologi pancasila perlu kembali ditanamkan pada generasi saat ini. Ideologi tidak hanya sebagai landasan kehidupan bangsa, namun juga memberikan pedoman bagaimana berkontribusi terhadap bangsa dan negara.
Namun kembali ia mengingatkan, bahwa tugas sebagai alumni juga perlu diingat, yakni senantiasa berinovasi dan berkontribusi bagi negara. “Agar kebermanfaatan alumni UGM terus berlanjut hingga generasi-generasi berikutnya,” katanya.
Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan akan dilaksanakan pada Rabu, 26 Februari 2025 di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada. Ajang pembekalan selalu diselenggarakan setiap periode wisuda guna memberikan bekal bagi mahasiswa UGM sebelum benar-benar resmi menjadi Kagama dan meniti jenjang karir.
Penulis : Tasya
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Lazuardi