Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dicanangkan sebagai kota dengan konsep forest city dan smart city pada tahun 2028, kini memasuki tahap pembangunan intensif. Di tengah pembangunan yang masif tersebut, kajian keberlanjutan berbasis lingkungan menjadi aspek yang sangat krusial agar visi tersebut dapat tercapai. Hal itu mengemuka dalam bedah buku Pembangunan Berkelanjutan di Ibu Kota Negara-Nusantara Perspektif Biologi, yang berlangsung di auditorium Fakultas Biologi UGM, Jumat (12/12).
Dekan Fakultas Biologi, Prof. Budi Setiadi Daryono, mengatakan ilmu biologi dalam pembangunan IKN. Budi menceritakan, lahirnya buku ini dilatarbelakangi oleh kesadaran terhadap pulau Kalimantan yang telah diakui dunia sebagai pusat keanekaragaman ekosistem dan sumber daya alam yang besar yang perlu diberikan perhatian khusus. “Buku ini menyarankan strategi pembangunan IKN yang harus bisa memadukan konsep forest city, smart city, dan sponge city. Peran ilmu biologi dan jasa ekosistem perlu ditonjolkan untuk mencegah dampak lingkungan, meningkatkan kapasitas adaptasi, serta mendukung pembangunan kota masa depan yang aman, hijau, dan resilien,” ujarnya.
Lebih lanjut, Budi menyoroti perlunya IKN belajar dari pengalaman ibu kota sebelumnya, yakni Jakarta. Ia menilai, DKI Jakarta sebagai wilayah yang telah mencapai batas daya dukung lingkungan yang signifikan. Untuk itu, dalam upaya pembangunan IKN yang modern secara infrastruktur, menurutnya, perlu berorientasi pada SDGs dan memiliki tata kelola pemerintahan yang adaptif dan ramah lingkungan. “Diharapkan, IKN menjadi model pembangunan kota yang menjaga kelestarian ekosistem. Karena itu perlu juga diterapkan City Biodiversity Index (CBI) sebagai alat evaluasi dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati kota keberlanjutan.” tegasnya.
Ia menyampaikan buku ini merupakan hasil pemikiran lintas disiplin dan lintas instansi seperti akademisi dari Fakultas biologi UGM, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), anggota Kagama hingga anggota legislatif. Budi menekankan pentingnya aktivitas menulis buku sebagai warisan intelektual.
Selain diskusi bedah buku Pembangunan Berkelanjutan di Ibu Kota Negara-Nusantara Perspektif Biologi, buku berjudul Budi Daya dan Potensi Telang untuk Industri juga dibahas dalam kesempatan bedah buku akhir tahun ini. Buku ini ditulis oleh Prof. Dr. Kumala Dewi Prof. Dr. Endah Retnaningrum, M.Eng., Uun Triyas Yuni Kurniawan, Hasni Indriyanti, dan Nida Lidya Susanti, M.Sc.
Penulis : Aldi Firmansyah
Editor : Gusti Grehenson
Foto : OIKN
