Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia, bersama jajaran Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) melakukan penanaman pohon Cemara Norfolk di pelataran area Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Sabtu (13/12), sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat nilai keberlanjutan di lingkungan kampus.
Terselenggaranya penanaman pohon tidak hanya sekadar kegiatan seremoni, namun merupakan bagian dari nilai dan filosofi ekologis yang telah lama dijunjung oleh UGM. Hal ini tentu menjadi agenda relevan yang hadir di tengah adanya tantangan keberlanjutan lingkungan saat ini. “Penanaman pohon ini merupakan simbol kecintaan kita terhadap keberlanjutan planet bumi yang kita cintai bersama,” ujar Rektor.
Tidak lupa, ia juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap adanya kontribusi Kagama yang memiliki peran aktif dalam mendukung pelestarian lingkungan kampus melalui kegiatan penanaman berbagai jenis tanaman yang ada di area kampus UGM. Seperti diantaranya pohon damar yang berada di lingkungan kampus UGM sebagai simbol penerangan dan kebijaksanaan, serta pohon bodhi yang telah dilakukan peremajaan sebagai bagian upaya menjaga keberlanjutan vegetasi kampus UGM. Ia berharap, kontribusi ini dapat menjadi contoh generasi selanjutnya dalam melestarikan lingkungan. “Jadi sekali lagi saya mengucapkan terima kasih untuk aktivitas yang sangat positif, kontributif untuk kampus tercinta, dan semoga apa yang kita kontribusikan ini menjadi sebuah contoh untuk masa-masa yang akan datang,” tutur Ova.
Ketua Harian PP KAGAMA, Budi Karya Sumadi menilai kegiatan penanaman pohon Cemara Norfolk ini menjadi salah satu kontribusi nyata di tengah situasi Indonesia yang sedang dilanda berbagai macam musibah dan krisis lingkungan. Ia juga menyoroti kebiasaan ramah lingkungan yang mulai dibangun di UGM, seperti penggunaan tumbler dan pengurangan sampah plastik sekali pakai. Menurutnya, inisiatif sederhana tersebut justru jarang ditemui di banyak tempat, tetapi dijalankan secara konsisten di UGM. “Inisiatif-inisiatif kecil seperti membawa tumbler justru jarang kita temui di luar, tetapi di UGM ini sudah menjadi kebiasaan,” paparnya.
Selain aksi lingkungan, rangkaian kegiatan Nitilaku UGM 2025 juga diisi dengan kegiatan NitiYoga yang terselenggara di Ruang Gym GIK UGM. Kegiatan ini sebagai upaya mendorong gaya hidup sehat dan sekaligus menjadi ruang edukasi kesehatan fisik dan mental. Kegiatan yang melibatkan kolaborasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) UGM, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), dan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM ini juga menjadi wadah kolaborasi lintas elemen UGM yang memperkuat kebersamaan serta menegaskan komitmen kampus dalam membangun ekosistem akademik yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Ketua Panitia NitiYoga 2025, Eza Kusuma Wijayanti menyampaikan bahwa jalannya kegiatan NitiYoga bertujuan mendorong gaya hidup sehat dan bahagia di lingkungan UGM. Ia menilai, kegiatan ini juga menjadi momentum awal dalam meningkatkan kesadaran kesehatan. Dengan lebih dari 100 peserta yang hadir, ia berharap peserta dapat merasakan manfaat langsung bagi tubuh dan pikiran, serta membawa semangat hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari. “Semoga kegiatan NitiYoga ini dapat digelar secara berkelanjutan dan menjadi sarana pemulihan kebugaran fisik dan mental, sekaligus kebersamaan antar warga kampus,” ujarnya.
Direktur Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional UGM, Prof. Puji Astuti, menyampai bahwa UGM berkomitmen dalam mendukung kesehatan fisik dan mental sivitas akademika UGM, salah satunya melalui kegiatan NitiYoga. Ia menambahkan, bahwa UGM juga mendorong partisipasi aktif seluruh pihak untuk membangun sinergi dalam menjaga gaya hidup sehat sebagai bagian dari mendukung kualitas pendidikan yang baik. “UGM berkomitmen mencapai tujuan yang salah satunya yang mana kesehatan menjadi salah satu pilar untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui NitiYoga berperan menjaga kesehatan baik fisik dan mental dan menjadi kunci untuk kegiatan aktivitas kita di kampus yang menghasilkan tugas pokoknya adalah menghasilkan kegiatan kualitas,” terangnya.
Kegiatan NitiYoga turut mendapatkan respon positif dari peserta, salah satunya Syifa, salah satu mahasiswa UGM. Ia menyampaikan kegiatan ini menjadi sarananya dalam menemukan teman baru membuat pengalaman mengikuti yoga menjadi lebih berkesan dan menyenangkan. Ia menambahkan, kegiatan ini menurutnya dapat memberikan efek menyegarkan pikiran di tengah padatnya aktivitas kampus yang dijalaninya. “Rasanya refreshing banget ikut yoga. Ini membuat kita bisa sejenak melepaskan stres dari rutinitas perkuliahan dan kegiatan akademik yang padat,” ujarnya.
Penulis : Cyntia Noviana
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Salwa
