Muhammad Dicky Mandiri Nasution, mahasiswa Program Doktor Fakultas Peternakan UGM merasa bersyukur mendapat kesempatan menjalani visiting researcher di University of Miyazaki, Jepang. Program ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya, Ditjen Dikti, khusus bagi mahasiswa penerima beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). “Ini kesempatan berharga bagi saya bisa menjalankan sebagian penelitian disertasi di University of Miyazaki, Jepang,” ujarnya, Selasa (16/12).
Muh Dicky menjelaskan Program PKPI bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional melalui kegiatan riset selama empat hingga enam bulan, baik secara daring maupun luring. Dia menuturkan selama berada di Jepang, penelitian yang ia lakukan berada di bawah bimbingan Takahiro Gondo, Ph.D, seorang pakar genetika tanaman pakan yang menjadi host professor di Laboratorium Forage Breeding and Molecular Genetics, University of Miyazaki. Meski begitu, iapun tetap berkoordinasi dengan tim promotor di Indonesia, yaitu Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. dan Dr. Ir. Asih Kurniawati, S.Pt., M.Si., IPM.
Dalam penelitian untuk menyelesaikan desertasinya, Muh Dicky mengaku berfokus pada Genetika dan Molekuler Rumput Gajah. Penelitian dalam bidang molekuler hijauan pakan ternak dan genetika tanaman, khususnya pada Pennisetum purpureum (rumput gajah). Secara mendalam, ia mengulik terkait teknik analisis genetik dan sitogenetik untuk mengidentifikasi potensi genetik dan karakter fisiologis rumput gajah yang dapat mendukung pengembangan kultivar unggul di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya pakan. “Kegiatan riset difokuskan pada bidang genetik dan molekuler tanaman, dengan tujuan mendukung upaya pemuliaan dan peningkatan kualitas hijauan pakan ternak. Melalui riset tentang hijauan pakan adaptif terhadap perubahan iklim, program ini diharapkan berkontribusi pada ketahanan pangan dan pengembangan teknologi pakan berkelanjutan,” jelasnya.
Reportase : Satria/ Humas Fakultas Peternakan
Penulis : Agung Nugroho
