Memperingati Hari Ibu yang hatuh pada 22 Desember, Dharma Wanita Persatuan UGM, Klinik UGM 24 Jam, dan Korpagama melaksanakan kegiatan senam bersama, cek kesehatan gratis dan peluncuran Priority Card Klinik. Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir komplek Agro UGM, ini diikuti 137 peserta yang terdiri dari 102 prolanis dan sekolah edukasi pawiyatan, 20 orang dari Dukuh kocoran, 5 orang dari korpagama pusat, dan 10 orang dari DWP persatuan UGM.
Indun Dewi Puspita, Sp., M.Sc., Ph.D, Ketua Dharma Wanita Persatuan UGM mengatakan tema Hari Ibu di tahun 2025 adalah Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045. Dengan tema perempuan berdaya dan berdaya, menurutnya Indun menyebut berarti peran yang hadir dan diharapkan dari seorang Ibu merupakan peran yang sangat penting. “Kalau kita lihat kata-kata berdaya dan berkarya berarti ada hal-hal atau harapan-harapan yang disematkan pada sosok seorang Ibu. Walaupun mungkin setiap hari kalau kita bicara peran Ibu itu 24 jam saja tidak cukup,” ujarnya, Rabu (17/12).
Melihat tagline atau tema yang dipilih, menurut Indun tema tersebut menegaskan atau mengingatkan kembali bahwa generasi penerus bangsa yang digadang-gadang oleh pemerintah menjadi generasi emas di 2045, kehadirannya tidak lepas dari peran seorang Ibu. Seorang ibu, disebutnya, seorang yang multitasking. “Seorang perempuan adalah seorang makhluk paling istimewa karena sambil memasak, ia bisa ngomong mengajak anak untuk mandi, sekaligus ia bekerja sambil menghidupkan mesin cuci. Pokoknya pada saat akan keluar rumah harus sudah beres, dan itu adalah naluri seorang Ibu,” terangnya.
Meski begitu, kata Indun, peran lebih besar yang disematkan seorang ibu adalah untuk mendidik anak menuju generasi emas 2045. Karena itu, sejak seorang wanita menikah, julukan Ibu langsung disematkan, dan tugas tanggung jawabnya adalah mendidik generasi bangsa. Memikul tanggungjawab tersebut tentu tidak ada kata pensiun. Peran seorang ibu akan terus seumur hidup, dan hal itu akan ia lakukan secara maksimal jika mendapat dukungan dari seorang Ayah. “Sehingga Ibu dan Ayah atau lebih spesifik keluarga menjadi hal yang sangat penting untuk mewujudkan generasi emas 2045. Kekuatan bangsa ada di dalam kekuatan keluarga. Sehingga sekecil apapun peran kita, bagaimana kita mendidik anak-anak kita akan berpengaruh besar terhadap keberlanjutan dan juga kemajuan bangsa kita,” imbuhnya.
Dr.dr. Wahyudi Istiono, M.Kes., Sp. KKLP., Subsp. COPC, Kepala Klinik UGM 24 Jam mengatakan Priority Card Klinik yang diluncurkan UGM memiliki banyak keunggulan. Selain mendapat layanan prioritas antrian dan layanan kesehatan, maka bagi para pemegang kartu ini bisa mendapatkan pelayanan dari dokter spesialis KKLP (Dokter Keluarga). Bagi mereka yang memiliki penyakit gigi dan mulut dapat dilayani oleh dokter spesialis penyakit mulut.
Fasilitas lain bagi pemegang kartu prioritas adalah mendapatkan kesempatan mengikuti senam sehat setiap hari Rabu. Mereka pun bisa mendapatkan penyuluhan kesehatan dengan nama Pawiyatan Mulya #2 setiap hari Selasa di minggu pertama setiap bulan. “Mereka pun bisa mendapatkan layanan Home Care dan Paliatif care, layanan jasa antar obat, dan kartu inipun dapat dipergunakan sebagai e-money,” ucapnya.
Peluncuran Priority Card Klinik di tandai dengan penyerahan kartu kepada Prof. Achmadi Priyatmojo, Prof. Sunarjo Keman dan Mirza Erapunagi. Selaku salah satu penerima kartu prioritas, Achmadi Priyatmojo menyampaikan terima kasih kepada Klinik UGM 24 jam yang telah memberikan pelayanan kesehatan untuk seluruh anggota Korpagama. Ia mengaku tidak henti-hentinya mengajak seluruh anggota korpagama untuk berpindah faskes 1 ke Klinik UGM 24 jam karena pelayanannya yang luar biasa. “Dengan memilih faskes disini kami bersyukur karena selalu diingatkan untuk senantiasa menjaga kesehatan, dan terima kasih semua stakeholder yang telah membantu Korpagama dan Klinik UGM 24 Korpagama dapat berkembang lebih baik,” ungkapnya.
Penulis : Agung Nugroho
Foto : Donnie
