Pemerintah Prancis secara resmi menggandeng Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM sebagai salah satu mitra strategis dalam inisiatif besar bertajuk “France-Indonesia Innovation 2026”. Kemitraan ini bertujuan untuk memperdalam kolaborasi lintas sektor antara Indonesia dan Prancis melalui pendekatan inovasi yang inklusif.
Bertempat di Wisma Prancis, Jakarta, peluncuran inisiatif ini dilaksanakan langsung oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, bersama Wakil Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stella Christie, Selasa silam (16/12). Kerja sama bilateral yang melibatkan GIK ini mencakup 21 topik strategis yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026, termasuk pengembangan talenta, ekonomi kreatif, inovasi, kreasi, seni, dan budaya.
Duta Besar Fabien Penone menegaskan bahwa France-Indonesia Innovation 2026 dirancang untuk menata ulang serta memperdalam kemitraan strategis yang telah terjalin selama 75 tahun antara Indonesia dan Prancis. “France-Indonesia Innovation 2026 bertujuan untuk menata dan memperdalam kerja sama Prancis–Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat kolaborasi bilateral di sektor industri budaya dan kreatif,” ujarnya.
Sementara itu, dalam implementasinya, GIK UGM sebagai pusat inovasi dan kreativitas akan mengambil peran sentral melalui sejumlah agenda strategis. Program tersebut mencakup kolaborasi dalam Jakal Design Week 2026 pada bulan Agustus, penyelenggaraan Global Edu Fair 2026, serta pengembangan Talent Development Class (TDC) yang terintegrasi dengan berbagai perusahaan asal Prancis yang beroperasi di Indonesia.
Direktur GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini yang turut terpilih dalam Future Leaders Invitation Programme (PIPA) 2026, menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan momentum ini guna memperluas jejaring global GIK UGM. “Ke depan, kami menargetkan peluncuran program kolaboratif bersama, pengembangan model kurasi, dan residensi berbasis creative-tech serta penguatan jejaring inovasi dan kewirausahaan mahasiswa sebagai ekosistem kolaboratif lintas negara,” pungkas Alfatika.
Penulis : Aldi Firmansyah
Editor : Gusti Grehenson
Foto : GIK UGM
