Tim Mahasiswa Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 pada Essay Competition Red Action (Escoration). Kompetisi diselenggarakan Kelompok Studi Mahasiswa Ekonomi Pembangunan FEB UPN “Veteran” Yogyakarta, pada 15 November 2025 lalu, dan prestasi berhasil diraih oleh Vina Ayu Lestari (MIPA 2023) dan Nafi’atush Sholikhah (Peternakan 2023) dengan mendapat bimbingan dari Nur Achmad Sulistyo Putro, S.Si., M.Cs., Ph.D selaku dosen pendamping.
Vina Ayu Lestari menjelaskan kompetisi diikuti puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tim Mafaza yang merupakan tim dari Mahasiswa UGM dalam kompetisi ini mengusung subtema Digitalisasi dan Teknologi dengan judul ChickGgot : Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan Dengan Suplemen Pakan Herbal Imunomodulator dari Kotoran Ayam dan Maggot BSF.“Sebagai tema utama pada Kompetisi Esai Nasional AKSARA ini adalah Menenun Inovasi, Merajut Perubahan: Kiprah Pemuda Menuju Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan,” ujar Vina Ayu Lestari di Kampus UGM, Senin (5/1).
Mengusung subtema tersebut, Vina menjelaskan bahwa inovasi yang ditawarkan Tim Mahasiswa UGM dilatarbelakangi oleh kerusakan lingkungan akibat kotoran ayam yang menumpuk. Bahkan tumpukan kotoran ayam ini di beberapa lokasi peternakan masih banyak ditemui terbengkelai di sekitar kandang. ”Sayang kebanyakan limbah kotoran ini dibiarkan menumpuk, padahal kotoran ini memiliki potensi bisa diubah menjadi produk bernilai jual lumayan”, terangnya.
Nafi’atush Sholikhah menambahkan dengan memanfaatkan limbah kotoran ayam menjadi suplemen pakan herbal bisa menjadi inovasi yang diharapkan mampu mengatasi penumpukan kotoran ayam di sekitar kandang. Bahkan dengan kemampuan menghasilkan suplemen pakan herbal ini diharapkan bisa meningkatkan imun ternak menuju pada inovasi ekonomi berkelanjutan. ”Tahapan kompetisi ini terdiri atas berbagai rangkaian, dimulai dari pengumpulan proposal, pembuatan presentasi dengan power point, serta melakukan presentasi dihadapan juri penilai,” ucap Nafi.
Dengan pencapaian yang berhasil, kata Nafi, Tim Mafaza UGM berharap dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peternak dalam memanfaatkan kotoran ayam menjadi produk bernilai jual. Selain itu, dengan prestasi ini bisa menginspirasi generasi muda untuk melahirkan inovasi serta gagasan kreatif yang mendukung upaya mengatasi masalah lingkungan peternakan. ”Tim Mafaza sangat berharap agar ChickGgot dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga mampu diimplementasikan secara luas untuk mengatasi masalah lingkungan peternakan melalui pemanfaatan maggot yang berfungsi untuk meningkatkan ekonomi sirkular,” imbuhnya.
Penulis : Agung Nugroho
