Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (PSE UGM) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pembangkit listrik tenaga surya portable kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh. Pembangkit listrik tenaga surya portable telah diserahkan dan dipasang di lokasi bencana Minggu (28/12), dan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian PSE UGM terhadap pemenuhan kebutuhan energi di tengah situasi darurat.
Dr. Ir. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T., IPU mewakili Pusat Studi Energi UGM menyatakan bantuan berupa pembangkit listrik tenaga surya portable disalurkan di sejumlah lokasi diantaranya di Patan Kemuning, Timang Gajah dan Simpur, Mesidah Kabupaten Bener Meriah, serta Takengon Aceh. Bantuan diserahkannya secara langsung kepada masyarakat dengan menyertakan tim teknis PSE sebagai pendamping diantaranya Dr.sc.tech. Adhy Kurniawan, S.T. dan Irawan Eko Prabowo,ST, MT.
Rachmawan mengatakan perangkat yang disalurkan merupakan pembangkit listrik surya portable dengan kapasitas 200 WP sebanyak 3 paket. Pembangkit listrik surya ini dirancang untuk menyediakan sumber listrik mandiri dan ramah lingkungan, dan kehadiran pembangkit ini diharapkan dapat menjadi source of alternative energy bagi masyarakat terdampak. “Mudah-mudahan bisa membantu dan mendukung kebutuhan dasar khususnya untuk penerangan, pengisian perangkat komunikasi, serta operasional darurat lainnya saat sumber listrik PLN padam,” katanya, Jumat (9/1) di Kampus UGM.
Diapun membenarkan bahwa dalam kondisi pascabencana, keterbatasan akses terhadap listrik sering kali menjadi tantangan utama sekaligus menjadi kendala menuju proses pemulihan. Oleh karena itu, bantuan pembangkit listrik surya portable diharapkan mampu membantu menjaga ketersediaan energi dan mendukung upaya elektrifikasi di wilayah terdampak bencana Aceh.
Melalui kegiatan ini, PSE UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan ketahanan energi, termasuk pada situasi krisis dan kebencanaan. Pemanfaatan energi terbarukan dinilai menjadi solusi yang relevan dan berkelanjutan, terutama di wilayah yang mengalami gangguan infrastruktur energi konvensional.
“PSE UGM berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung proses pemulihan dan kebangkitan pascabencana melalui pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan,” terangnya.
Penulis : Agung Nugroho
