Yulistika Rahayu merasakan kebahagiaan luar biasa saat mengikuti prosesi Wisuda Program Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Selain berhasil menyelesaikan studi S2 di Program Studi Magister Manajemen (MM) FEB UGM Kampus Jakarta, ia lulus dalam waktu 1 tahun 9 bulan 9 hari dengan IPK sempurna 4.00. Iapun di nobatkan sebagai wisudawan terbaik FEB UGM dalam Wisuda Pascasarjana UGM, Rabu (21/1) di Grha Sabha Pramana, Bulaksumur.
Tika, begitu ia biasa disapa, mengaku senang sekaligus bangga dengan predikat terbaik yang berhasil ia raih. Perjuangannya menyelesaikan studi di FEB UGM menjadi perjuangan yang luar biasa. Berlatar belakang pendidikan Sarjana Teknik Industri, tak mudah baginya saat memutuskan menjalani perkuliahan di Program MM FEB UGM Kampus Jakarta.
“Keputusan saya melanjutkan studi didorong oleh keinginan untuk fokus pada pengembangan diri. Saya merasa kemampuan berpikir kritis dan leadership perlu diperbarui agar lebih relevan dengan tuntutan dunia profesional saat ini,” ujar Senior Account Manager di PT. Telkom Indonesia ini, Senin (26/1).
Kenapa memilih Program Magister Manajemen (MM) FEB UGM, disebutnya karena berbagai reputasi yang pernah ia dengar. Menurutnya, FEB UGM dikenal sebagai salah satu sekolah bisnis terkemuka di Indonesia dengan reputasi akademik sangat baik serta telah terakreditasi internasional dari Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB).
Setelah resmi menjadi mahasiswa MM FEB UGM angkatan 2023, Tika menjalani masa studi dengan penuh dinamika. Semester awal hingga semester kedua, ia menjalani perkuliahan dalam kondisi hamil. Bahkan, ia sempat melahirkan di tengah masa studi, dan diwaktu yang hampir bersamaan ia dihadapkan situasi harus kehilangan orang tuanya.
Meski berduka karena kehilangan ayah, Tika bertekad tak mau kendur berkuliah. Ia tetap membangun semangat dan tanggungjawab untuk bisa menyelesaikan studinya agar bisa lulus tepat waktu. Ia sungguh bersyukur bisa mendapatkan dukungan dari dosen pembimbing yang turut membantunya dalam menjalani proses studi dan penyusunan tesis. “Terima kasih Prof. Willy Abdillah yang telah banyak memberi bantuan tidak hanya berperan sebagai dosen pembimbing, tetapi juga mentor saya,” ucapnya.
Tika mengakui melalui bimbingan yang menekankan komitmen, konsistensi, dan kualitas akademik, ia mampu menyelesaikan pendidikan magister melampaui ekspektasi pribadinya. Dalam tesisnya, ia mengangkat topik analisis kompetensi inti untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan studi kasus PT Telkom. Mengkaji analisis kompetensi di tempat dimana ia bekerja, disebutnya sejalan dengan kondisi perusahaan yang tengah menjalani transformasi fundamental dan membutuhkan strategi yang tepat agar dapat terus tumbuh dan beradaptasi. “Saya berharap hasil penelitian ini bisa menjadi bahan refleksi dan rujukan nyata dalam proses transformasi perusahaan,” ungkapnya.
Tika juga merasa bersyukur karena berbagai ruang pembelajaran kondusif dan suportif mendukungnya selama menjalani perkuliahan. Iapun merasakan atmosfir perkuliahan yang menarik. Bahkan saat berdiskusi di kelas, Tika mengaku merasa mendapat banyak pengkayaan karena setiap mahasiswa memiliki perspektif yang berbeda.
Bagi Tika berhasil meraih gelar bukanlah titik akhir melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Iapun mendorong para lulusan untuk menjadi pemimpin yang menginspirasi, menghadirkan manfaat bagi sesama, serta tetap rendah hati dalam setiap peran yang dijalani. Sebagai pesan reflektif atas perjalanan studinya, iapun mengajak mahasiswa MM FEB UGM untuk tetap fokus, konsisten, dan berkomitmen pada proses. “Jalani semuanya satu per satu. Jangan ragu untuk saling membantu, karena perjalanan ini akan terasa jauh lebih ringan ketika dijalani bersama,” pungkasnya.
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM
Penulis : Agung Nugroho
