Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan dari Jardine Foundation pada Jumat (30/1). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Rektor membahas potensi perluasan kerja sama antar kedua belah pihak dalam pemberian beasiswa bagi mahasiswa untuk membantu pembiayaan pendidikan sarjana dan pascasarjana.
Seperti diketahui, Jardine Foundation merupakan sebuah lembaga amanah pendidikan yang didirikan oleh Jardine Matheson pada tahun 1982 untuk menandai peringatan 150 tahun berdirinya perusahaan tersebut. Didirikan di Tiongkok pada tahun 1832, Jardine Matheson menjadi perusahaan investasi terdiversifikasi yang berfokus pada kawasan Asia. Yayasan ini menawarkan beasiswa penuh kepada pelamar berprestasi untuk menempuh studi di Universitas Oxford dan Universitas Cambridge, baik pada jenjang sarjana maupun pascasarjana.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh Jardine Foundation dalam penguatan pendidikan bagi mahasiswa UGM. Ia menyebutkan bahwa pendaftar beasiswa meningkat seiring berjalannya waktu, hal ini membuktikan bahwa semangat belajar sivitas semakin meningkat. “Peningkatan jumlah pendaftar dari tahun ke tahun, maka perlu adanya fasilitas penunjang, utamanya dari segi finansial sebagai salah satu aspek utama. Berdasarkan data, perbandingan kuota beasiswa dan pendaftar Beasiswa Jardine sekitar 1:5,” katanya.
Anthony Nightingale, Direktur Matheson & Co Ltd., sekaligus Komisioner Astra International menyampaikan Indonesia merupakan salah satu dari dua negara yang menjadi target utama program beasiswa ini, yakni Tiongkok dan Indonesia. “Kebutuhan finansial adalah salah satu faktor yang perlu diperhatikan, kami ingin menyetarakan kesempatan itu, utamanya untuk mahasiswa yang tidak memiliki kemampuan bersekolah di universitas bergengsi,” ungkapnya.
Rektor menyebutkan, sejak tahun 2015, Jardine Foundation banyak memberikan dukungan kepada alumni dan dosen UGM. Hingga saat ini, ada sekitar 17 mahasiswa pascasarjana yang telah menempuh pendidikan di Universitas Oxford dan Universitas Cambridge. Sementara itu, terdapat sekitar 40 penerima beasiswa program sarjana sejak tahun 2022 hingga 2025.
Berdasarkan capaian tersebut, kata Rektor, Direktorat Kemitraan dan Relasi Global, mengajukan perluasan fokus skema, yakni beasiswa S2 dan S3, baik untuk gelar tunggal maupun gelar ganda di dalam kampus.
Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM Prof Puji Astuti menuturkan, Jardine Foundation merupakan salah satu mitra yang memberikan dukungan kepada civitas universitas, berkomitmen untuk membentuk program beasiswa yang diberikan setiap tahun, dengan tujuan mendukung akses pendidikan lanjutan bagi mahasiswa lokal yang memiliki keterbatasan finansial, serta membina talenta lokal agar menjadi pemimpin masa depan yang berkontribusi kembali kepada masyarakat. “UGM juga terus mengupayakan kesetaraan pendidikan agar dapat diakses oleh seluruh khalayak dan generasi muda Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Ika Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
