Kesehatan mental adalah isu yang universal di seluruh kelompok usia dan gender. Mengenalkan kesehatan mental sedini mungkin pada anak menjadi krusial untuk mendukung perkembangan anak secara maksimal. Anak-anak yang sehat mental akan tumbuh menjadi remaja yang tangguh, dewasa yang produktif, dan menua secara bermakna. Data terbaru Kementerian Kesehatan RI (2023) mengungkapkan sekitar 20% penduduk Indonesia atau 54 juta orang mengalami gangguan mental emosional dan 9,8% remaja pernah berpikir untuk bunuh diri. Namun hanya 8% penderita yang mendapatkan penanganan profesional. Bahkan, berdasarkan survei Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022, mengukur angka kejadian gangguan mental pada remaja usia 10 – 17 tahun di Indonesia, sekitar 15,5 juta remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental.
Fakultas Psikologi UGM bersama Keluarga Alumni Psikologi Universitas Gadjah Mada (Kapsigama) mengenalkan penguatan kesehatan mental pada anak dan remaja di Yayasan Pasraman Gurukula, Bangli, Bali Sabtu, (31/1) lalu. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa Pasraman Gurukula dari TK – SMA bersama Kapsigama serta dosen dan mahasiswa Prodi Psikologi Udayana.
Ketua Kapsigama, Prabaswara Dewi, S.Psi., Psikolog., mengatakan kegiatan pengabdian sosial ini membuka wawasan dan kesadaran siswa mengenai kesehatan mental dalam rangka membangun kekuatan diri, serta saling menjaga satu sama lain. “Kita ingin membangin jejaring untuk anak dan remaja tentang peningkatan kesehatan mental,” kata Prabaswara Dewi dalam keterangan yang dikirim Rabu (4/2).
Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., menyambut baik inisiasi kegiatan pengenalan kesehatan mental bagi anak dan remaja yang dilaksanakan para alumni UGM ini. Rahmat menuturkan, jumlah lulusan UGM lebih dari 375.000 alumni yang tersebar di berbagai wilayah baik di tingkat nasional maupun internasional merupakan potensi untuk terus berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Salah satunya, mendukung program penguatan kesehatan mental anak dan remaja.“Kita bisa mengenalkan lebih banyak lagi penguatan kesehatan mental kepada anak-anak dan remaja di Indonesia Timur. Tahun ini Fakultas Psikologi dan Kapsigama memulainya dari Bali,” harapnya.
Ketua Yayasan Pasraman Gurukula, I Wayan Arsada, S.Pd, M.Ag, menyambut baik outreach program Kesehatan mental untuk siswa. Kolaborasi ini diharapkan menjadi penggugah guru dan orang dewasa untuk memperhatikan kesehatan mental siswa. “Saya juga berharap, ini akan membuka ruang-ruang diskusi lebih lanjut untuk Kesehatan mental anak-anak di sini,” ungkapnya.
Kegiatan Outreach program ini berkolaborasi dengan Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Selaku ketua panitia, Dr. Ni Made Swasti Wulanyani, S.Psi., M.Erg, Psikolog., menyampaikan senang dan bangga bisa ikut berkolaborasi dan turut berkontribusi dalam kegiatan pengabdian ini. Ia berharap kerja bersama ini dapat menguatkan jejaring antar alumni. Ia menyebutkan antusiasme peserta yang turut hadir dari Sekolah Cendekia Harapan dan alumni-alumni di Bali dalam program ini.
Selain diskusi, program ini dilengkapi juga launching buku karya alumni-alumni Fakultas Psikologi UGM. Dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa Kapsi-Sayang dari Kapsigama untuk mahasiswa Psikologi UGM yang membutuhkan. Acara diakhiri dengan penanaman pohon manggis di halaman Pasraman Gurukula.
Penulis : Hanifah
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Kapsigama
