Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) unit Swarna Bandar mendorong pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan di Desa Kledung, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Upaya yang dilakukan oleh segenap mahasiswa KKN PPM Universitas Gadjah Mada ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi pertanian desa yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
Desa Kledung merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan bentang pegunungan yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang tinggi. Salah satu potensi yang ada adalah tanaman kopi. Kondisi geografis berupa wilayah pegunungan dengan ketinggian dan curah hujan yang memadai menjadi faktor pendukung pengembangan tanaman kopi di desa tersebut.
Dhanti Ari Prastiwi anggota Tim KKN PPM UGM, mengatakan Tanaman kopi sudah lama dikenal dan mulai ditanam oleh masyarakat Desa Kledung. Hampir setiap rumah memiliki tanaman kopi dengan jumlah berkisar antara dua hingga enam pohon yang ditanam di pekarangan atau sekitar rumah. Jenis kopi yang umum dikembangkan adalah kopi robusta serta varietas lokal yang dikenal masyarakat sebagai kopi nangka. “Selama ini, tanaman kopi tersebut umumnya ditanam secara mandiri oleh masyarakat dan digunakan untuk memenuhi konsumsi pribadi,” kata Dhanti dalam keterangan yang dikirim Kamis (5/2).
Menurut Dhanti, tingkat konsumsi kopi masyarakat di Desa Kledung tergolong relatif tinggi, menunjukkan bahwa kopi memiliki kedekatan budaya sekaligus potensi pasar lokal yang sudah terbentuk di tingkat masyarakat. Namun, keberadaan kopi tersebut hingga saat ini belum sepenuhnya dikembangkan sebagai komoditas utama oleh masyarakat. “Pengelolaannya masih bersifat sampingan dan belum diiringi dengan upaya peningkatan nilai tambah, baik dari sisi budidaya, pengolahan, maupun pemasaran,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Tim KKN-PPM UGM Swarna Bandar menginisiasi program pengembangan potensi kopi melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan untuk membangun Desa Kledung menjadi sentra kopi unggulan dengan menggandeng 9 kelompok tani di Desa Kledung. Melalui program ini, kata Dhanti, Tim KKN-PPM UGM berharap dapat meningkatkan peluang dan membuka kesempatan bagi masyarakat Desa Kledung untuk bersama-sama membangun kopi sebagai identitas dan komoditas unggulan desa yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan. “Kita akan membangun upaya promosi dan jalur pemasarannya sekaligus cara pengemasan dan produksi yang baik,” katanya.
Ketua kelompok tani Rejo Makmur, Hadi Winarno, menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat untuk mengembangkan kopi sudah mulai tumbuh, meskipun masih menghadapi sejumlah kendala. “Sebagian masyarakat sudah mulai bergerak untuk mengembangkan, tetapi pemasaran masih menjadi tantangan karena jangkauannya yang terbatas,” ujarnya.
Penulis : Zabrina Kumara Putri
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Tim KKN UGM
