Suasana SD Negeri Banyuurip, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, tampak berbeda pada akhir Januari lalu. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan bertajuk Semarak Bintang Kecil sebagai ruang ekspresi sekaligus pengembangan potensi siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang ekspresi dan apresiasi bagi siswa sekolah dasar melalui berbagai lomba edukatif dan kreatif. Rangkaian acara meliputi lomba menulis surat untuk masa depan Indonesia, lomba menggambar, serta pertunjukan bakat siswa. Lebih dari seratus anak dari berbagai sekolah dasar di Desa Banyuurip turut ambil bagian dalam kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, 27–28 Januari silam ini.
Pelaksanaan Semarak Bintang Kecil mendapat pendampingan langsung dari dosen pembimbing lapangan KKN PPM UGM Unit Gumilang Gunem, Dr. Sailal Arimi, M.Hum. Ia menilai kegiatan ini penting sebagai sarana menumbuhkan semangat berprestasi dan kepercayaan diri anak sejak usia dini. Menurutnya, kompetisi yang sehat dapat menjadi media pembelajaran karakter sekaligus ruang ekspresi gagasan anak. Kehadiran mahasiswa KKN bersama sekolah dan masyarakat dinilai mampu menciptakan ekosistem belajar yang lebih hidup di desa. “Harapannya, anak-anak yang berprestasi semakin bergairah mengukir prestasi berikutnya, sementara yang belum beruntung tetap semangat untuk terus belajar dan berkompetisi,” ujar Sailal, Senin (9/2).
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba menulis surat untuk masa depan Indonesia yang diikuti oleh siswa kelas enam sekolah dasar. Melalui lomba ini, anak-anak diajak menuangkan harapan, kritik, dan cita-cita mereka tentang bangsa dan negara dengan bahasa sederhana. Menurut Sailal surat-surat yang terkumpul menunjukkan keberanian anak dalam menyampaikan pandangan terhadap kondisi bangsa. “Di benak anak-anak, Indonesia yang mereka impikan adalah negara yang maju, bebas korupsi, aman, jalan-jalannya diperbaiki, dan rakyatnya sejahtera,” ungkapnya.

Tidak sedikit peserta lomba yang juga menyinggung isu-isu lingkungan dan kemanusiaan dalam surat yang mereka tulis. Beberapa anak menuliskan harapan agar negara lebih peduli terhadap korban bencana, mengurangi pembalakan liar, serta mendorong penanaman pohon selain sawit. Tema pendidikan yang layak bagi generasi muda juga muncul dalam sejumlah surat. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak mampu menangkap isu aktual di sekitar mereka. “Bahkan ada yang menulis agar negara menolong korban bencana dan lebih menjaga lingkungan,” tutur Sailal.
Menurut dosen pembimbing lapangan tersebut, isi surat yang ditulis anak-anak mencerminkan tingkat kesadaran sosial yang patut diapresiasi. Anak-anak dinilai tidak hanya berani bermimpi, tetapi juga mampu memberikan saran konstruktif bagi masa depan bangsa. Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan literasi memiliki dampak nyata ketika difasilitasi dengan baik. Kegiatan lomba ini juga membuka ruang dialog antara dunia anak dan realitas sosial yang mereka amati.
Secara keseluruhan, program Semarak Bintang Kecil menjadi wujud nyata peran mahasiswa UGM dalam mendukung pendidikan anak usia sekolah dasar. Program ini menanamkan keberanian, kreativitas, dan sportivitas melalui pendekatan yang menyenangkan. Mahasiswa KKN berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan direplikasi di sekolah lain. Pengalaman ini juga menjadi bagian dari pembelajaran sosial mahasiswa selama menjalani KKN. Mahasiswa KKN ingin meninggalkan jejak pengabdian yang berdampak jangka panjang bagi pengembangan karakter generasi muda di Banyuurip.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Dok. KKN-PPM Gumilang Gunem
