Fadillah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, staf pengajar Institut Teknologi Bandung dinyatakan lulus Program Doktor Fakultas Psikologi UGM. Dalam ujian terbuka yang berlangsung di Fakultas Piskologi UGM, Jum’at (13/2), ia berhasil mempertahankan desertasi berjudul Dari Teori ke Permainan: Model Pengembangan dan Validasi Game-Based Assessment Conscientiousness dengan didampingi promotor Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D., dan ko-promotor Agung Santoso, M.A., Ph.D.
Secara keseluruhan disertasi Fadillah berhasil menyediakan landasan konseptual dan metodologis bagi pengembangan Game Based Assesment (GBA) yang lebih transparan secara inferensial, kokoh secara arsitektural, dan akuntabel secara empiris sehingga meningkatkan relevansinya dalam menjawab tantangan asesmen psikologis yang terus berkembang di era digital. Dari disertasinya berhasil menunjukkan bahwa pengembangan GBA yang valid secara konstruk tidak dapat dipisahkan dari perumusan mekanisme inferensi perilaku yang jelas dan eksplisit.
Dalam Conceptual Three-Model Framework of GBA Evaluation, disebutnya, validitas dipahami sebagai sesuatu yang muncul dari keselarasan struktural antara spesifikasi teoretis konstruk yang diukur, pemicu perilaku yang dimediasi oleh desain permainan, dan evaluasi psikometris terhadap kualitas inferensi yang dihasilkan. Temuan empiris dari ketiga studi menunjukkan bahwa gangguan atau ketidaksinkronan pada salah satu komponen tersebut, terutama pada tingkat desain tugas dan pengendalian pengalaman pengguna, secara langsung mengurangi keterinterpretasian perilaku yang teramati, bahkan ketika indikator psikometris agregat tampak berada pada tingkat yang dapat diterima.
“Penelitian ini merumuskan model theory-driven pengembangan Game-Based Assessment untuk mengukur conscientiousness melalui tiga studi melalui meta-analisis, pengembangan prototipe, dan evaluasi empiris,” terangnya.
Studi pertama memberikan bukti bahwa GBA memiliki potensi signifikan sebagai metode pengukuran aspek kepribadian. Meta-analisis terhadap penelitian sebelumnya menunjukkan validitas konvergen yang moderat dan signifikan antara GBA dan alat ukur self-report (r = 0,516; p < 0,001). Studi kedua memperluas pemahaman tentang bagaimana atribut ukur psikologis dapat dioperasionalkan ke dalam desain permainan melalui integrasi design thinking dan kerangka DPE. Hasil penelitian menunjukkan design thinking dan kerangka DPE membantu proses pengembangan GBA menjadi lebih terstruktur dan tersistematis serta memiliki landasan konsep pengukuran yang jelas. Studi ketiga memberikan bukti empiris bahwa prototipe GBA menghasilkan korelasi positif dengan skor conscientiousness (r = 0,350; p < 0,001).
Sementara itu, analisis Teori Respons Butir (IRT) mengidentifikasi beberapa item dengan daya diskriminasi baik, meskipun beberapa item lain membutuhkan perbaikan. Wawancara kognitif menguatkan bahwa skenario awal permainan lebih konsisten memunculkan perilaku conscientiousness dibanding skenario lanjutan yang terpengaruh kompleksitas visual sehingga membutuhkan revisi lebih lanjut. “Secara keseluruhan, temuan dari ketiga studi menghasilkan model theory-driven yang mengintegrasikan teori kepribadian, desain permainan, dan prinsip psikometrika modern untuk mendukung pengembangan GBA yang lebih terstandar, valid secara konstruk, dan dapat direplikasi,” imbuhnya.
Penulis : Agung Nugroho
