Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik UGM meluncurkan Buku Panduan Keamanan Keselamatan Kesehatan dan Lingkungan. Peluncuran ini dilakukan sebagai bentuk pedoman, peraturan, dan prosedur teknis yang dirancang untuk mengelola risiko di tempat kerja. Tujuan utama untuk melindungi karyawan, kontraktor, tamu, serta lingkungan sekitar dari potensi bahaya, cedera, atau kerusakan yang timbul akibat aktivitas operasional.
Peluncuran Panduan Keamanan Keselamatan Kesehatan dan Lingkungan di lingkungan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik UGM dilakukan oleh Ketua DTSL, Prof. Dr.Eng. Ir. Muhammad Zudhy Irawan, S.T., M.T., IPM. Menurutnya panduan K3L sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta bisa bebas pencemaran lingkungan menuju peningkatan produktivitas.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat baik, dimana kita bisa mewujudkan kampus berbudaya K3L. Kita mulai dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, lantas kita sebarkan ke departemen yang lain di Fakultas Teknik UGM. Karena mata kuliah K3L itu saat ini sudah diadopsi oleh departemen-departemen lain,” ujarnya Kamis (19/2).
Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc menyambut baik peluncuran Panduan K3L di lingkungan DTSL UGM. Ia menyampaikan peluncuran ini dilatarbelakangi kondisi yang ia pernah alami saat berjalan dari parkiran ke ruang kerja. Saat itu, ia menjumpai onggokan material buangan konstruksi yang tidak berpagar. “Sayang tidak dipagari jadi sulit membedakan antara material lebih berbahaya atau kurang berbahaya. Padahal di ruang kelas kita memberi pelajaran ini kepada mahasiswa, karenanya kemudian saya minta tolong hal semacam ini untuk diperhatikan,” ungkapnya.
Karena itu, katanya, peluncuran panduan K3L di lingkungan DTSL Fakultas Teknik UGM sebagai bentuk bentuk tanggung jawab kelompok keahlian utamanya mereka yang bergerak di jasa konstruksi. Dengan membuat proyek ekosistem yang sehat, selamat dan menjaga lingkungan diharapkan mampu memberikan contoh bagi diri sendiri, mahasiswa dan banyak pihak. “Tentu saja dengan ini akan membuat sehat, selamat dan juga menjaga lingkungan, termasuk untuk melindungi para pekerja. Panduan ini tentunya wajib diikuti oleh seluruh pihak yang berada di area operasional, termasuk pekerja formal, kontraktor, dan pengunjung,” imbuhnya.
Penulis : Agung Nugroho
Foto : Salwa
