Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada secara resmi membuka rangkaian Dies Natalis ke-63 dengan mengusung tema Geo Inno Techno: Sinergi Sains Geografi untuk Bumi yang Berkelanjutan. Pembukaan yang berlangsung di kampus Fakultas Geografi ini dihadiri sivitas akademika, alumni, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Selain menandai dimulainya berbagai agenda akademik dan pengabdian kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran maskot baru Fakultas Geografi. Acara pembukaan turut dimeriahkan dengan pelepasan burung sebagai simbol harapan dan komitmen untuk terus berkontribusi bagi keberlanjutan bumi.
Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., mengatakan Dies Natalis bukan sekadar peringatan bertambahnya usia fakultas, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan kontribusi sivitas akademika. Tantangan menjaga kelestarian bumi, katanya, perlu dijawab melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kolaborasi dalam pengembangan ilmu geografi. Seluruh sivitas akademika diharapkan terus menghadirkan manfaat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Fakultas Geografi hendaknya terus berinovasi, memanfaatkan teknologi yang ada dan memperkuat kolaborasi agar ilmu yang kita kembangkan dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya untuk Indonesia bahkan dunia,” ujarnya.

Selama rangkaian Dies Natalis, Fakultas Geografi akan menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari Three Minutes Thesis Competition, Geo Awards, pengabdian kepada masyarakat, ziarah, sarasehan, bakti sosial, silaturahmi anggota senior, gerak jalan gembira, hingga rapat terbuka senat. Beragam agenda tersebut dirancang untuk mempererat hubungan antarwarga fakultas sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Momentum dies juga diharapkan menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan dan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. “Saya berharap kegiatan Dies Natalis ini bukan hanya menjadi satu kegiatan rutin dan perayaan tetapi menjadi momentum bagi kita semuanya untuk saling berkomunikasi, saling berkolaborasi dan memperkuat semangat kita untuk berkontribusi menghadirkan solusi bagi berbagai macam masalah bangsa ini,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Fakultas Geografi juga memperkenalkan maskot baru bernama Buana sebagai identitas resmi fakultas. Nama Buana berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti bumi atau jagat sekaligus menjadi akronim lima nilai yang diusung Fakultas Geografi, yakni Berintegritas, Unggul, Amanah, Nalar Spasial, dan Adaptif. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi karakter yang melekat pada sivitas universitas dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Kehadiran maskot ini sekaligus menjadi simbol semangat baru Fakultas Geografi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.

Kamal menjelaskan nilai Buana mencerminkan karakter yang ingin dibangun Fakultas Geografi, mulai dari menjaga integritas, mengembangkan keunggulan akademik, mengemban amanah menjaga kelestarian bumi, hingga menguatkan kemampuan berpikir spasial dan beradaptasi terhadap perubahan. Penalaran spasial disebut sebagai ciri khas ilmu geografi yang menjadi fondasi dalam menghasilkan solusi atas berbagai persoalan lingkungan dan kewilayahan. Melalui maskot tersebut, fakultas juga ingin menghadirkan identitas yang lebih dekat dengan sivitas akademika sekaligus memotivasi mereka untuk terus berkarya dan mengabdi. “Buana adalah berintegritas, unggul, amanah, nalar spasial, dan adaptif,” jelasnya.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-63 Fakultas Geografi UGM, Dr. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc., mengatakan tema Geo Inno Techno dipilih untuk menegaskan pentingnya sinergi ilmu geografi, teknologi, dan inovasi dalam menjawab tantangan keberlanjutan bumi. Selama rangkaian dies, fakultas akan menghadirkan berbagai kegiatan akademik hingga puncak rapat terbuka senat pada 1 September mendatang. Melalui seluruh agenda tersebut, Fakultas Geografi ingin menunjukkan kontribusi nyata sivitas akademika dalam menghasilkan inovasi berbasis sains geografi. “Tag-nya adalah Geo Techno Inno. Nanti kita akan berusaha menunjukkan seperti apa techno yang kita tampilkan, inovasi yang kita tampilkan, dan sains geografi yang berkelanjutan,” tuturnya.
Usai pembukaan dan peluncuran maskot, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan burung yang dilakukan oleh pimpinan fakultas bersama perwakilan sivitas akademika. Pelepasan burung menjadi simbol semangat baru Fakultas Geografi UGM untuk terus tumbuh, berkolaborasi, dan menghadirkan inovasi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Simbol tersebut juga menandai dimulainya seluruh rangkaian Dies Natalis ke-63 yang akan berlangsung hingga puncak perayaan pada September mendatang.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Donnie
