Menutup rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Tim KKN-PPM UGM Cakrawala Rote 2026 menyelenggarakan Festival Suar Rote di Lapangan SMA Negeri 1 Rote Timur, Desa Serubeba, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (1/8). Festival ini sukses menjadi penanda berakhirnya pelaksanaan KKN sekaligus momen perpisahan dengan para warga yang telah membersamai tim selama masa KKN.
Festival Suar Rote tahun ini berhasil menggaet ribuan warga untuk datang dan menyaksikan penampilan yang dimulai dari sore hingga malam hari. Acara ini menghadirkan berbagai macam penampilan dan perlombaan, mulai dari fashion show, menyanyi, tari kreasi, penampilan sasando, hingga perlombaan fotti atau tarian adat Rote.
Dalam acara ini, Tim KKN Cakrawala Rote juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyaksikan video kilas balik program kerja dan video profil kedua desa. Video tersebut menampilkan perjalanan mahasiswa selama melaksanakan berbagai program kerja serta momen kebersamaan dengan masyarakat di Rote. Tayangan itu turut menghidupkan kembali kenangan selama 50 hari pelaksanaan KKN, membuat mahasiswa dan masyarakat yang hadir pun larut dalam suasana hangat dan bersama-sama mengenang berbagai momen yang telah dilalui.
Hidayah Tranaka, selaku Ketua Pelaksana Festival Suar Rote 2026, mengatakan bahwa meskipun event ini menjadi momen perpisahan dengan warga, ia berharap agar hubungan antara mahasiswa dengan warga tidak selesai sampai disini. “Semoga kedepannya kita tetap bekerjasama dan saya harap event ini tidak menjadi penutup silaturahmi kita melainkan menjadi awal untuk perjalanan kita selanjutnya,” ujar mahasiswa asal Sekolah Vokasi tersebut dalam keterangan yang dikirim Selasa (11/8).
Melalui Festival Suar Rote, Tim KKN-PPM UGM Cakrawala Rote juga ingin menghadirkan wadah bagi para pemuda dan masyarakat Rote untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta potensi yang dimiliki. Festival ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan bahwa generasi muda Rote memiliki kemampuan yang dapat terus dikembangkan dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Camat Rote Timur, Melian E. I. Bulan, S.H., dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa selama 50 hari KKN, mahasiswa UGM telah memberikan kebermanfaatan untuk warga di kedua desa. “Saya teringat pesan mendalam dari Prof. Pratikno bahwa mahasiswa UGM tidak boleh menjadi menara gading, tetapi harus menjadi menara air yang memberikan manfaat dan kesuburan bagi masyarakat di sekitarnya. Dan itu terbukti melalui pelaksanaan KKN di Rote,” katanya.
Sebagai perwakilan dari Desa Daiama, Camat Landu Leko, Daniel Polce Jerison Bolla, turut mengapresiasi pelaksanaan program KKN-PPM UGM Cakrawala Rote 2026. Ia berharap kehadiran mahasiswa UGM dapat memotivasi generasi muda untuk terus menempuh pendidikan sekaligus memperkenalkan budaya Rote Ndao kepada masyarakat yang lebih luas. “Kita tidak perlu merasa kalah. Kalau mahasiswa dari Yogyakarta bisa datang sampai ke Rote, saya yakin anak-anak dari Rote juga bisa menempuh pendidikan hingga ke Yogyakarta,” ujar Daniel.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim Cakrawala Rote 2026, Dr. Heri Santoso, turut menyampaikan pesan hangatnya untuk masyarakat yang juga diselingi dengan pantun. Ia menyampaikan ucapan terimakasih yang besar terhadap warga yang telah senantiasa menerima tim mahasiswa UGM selama 50 hari di kedua desa. “Bapak Mama, izinkan minggu depan kami pulang. Tapi meski kami pulang, Rote akan selalu kami kenang,” ucap Heri dalam pantunnya.
Di penghujung acara, suasana perpisahan terasa begitu hangat dan penuh haru. Mahasiswa dan masyarakat saling berpelukan serta bertukar ucapan terima kasih sebagai bentuk apresiasi atas kebersamaan yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN. Festival Suar Rote menjadi penutup perjalanan pengabdian yang tidak hanya menampilkan potensi budaya dan masyarakat setempat, tetapi juga mempererat hubungan antara UGM dan masyarakat Rote. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menghasilkan program, tetapi juga meninggalkan ikatan dan pembelajaran yang akan terus dikenang.
Reportase : Lintang Andwyna/Tim KKN
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Tim KKN
