Rangkaian kegiatan Gelanggang Expo (Gelex) Universitas Gadjah Mada resmi dibuka pada Kamis (27/8) di Lapangan Pancasila. Mengusung tema Gelora Imaji Gelanggang, Gelex tahun 2026 membawa ragam inovasi yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal, mengeksplorasi, dan mengembangkan minat, bakat, serta potensi diri melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas di lingkungan UGM.
Pelaksanaan Gelex 2026 melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem kegiatan kemahasiswaan UGM. Sebanyak 224 panitia terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan yang diikuti 54 UKM, 24 komunitas, dan 635 penampil. Keterlibatan tersebut menunjukkan kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dan mengenal lebih dekat kehidupan kemahasiswaan di luar ruang kelas.
Ketua Pelaksana Gelex 2026, Muhammad Bintang Arrizki, mengatakan Gelex tidak hanya diselenggarakan sebagai agenda pengenalan UKM kepada mahasiswa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi UKM dan komunitas untuk bertemu, bersinergi, dan berkolaborasi dalam menciptakan pengalaman yang dapat mendukung proses pengembangan diri mahasiswa. “Gelanggang Expo bukan hanya acara pengenalan UKM. Gelanggang Expo adalah tempat teman-teman UKM dan komunitas bersinergi dan berkolaborasi,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi dan kolaborasi yang dibangun dalam Gelex diharapkan dapat membantu mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, dalam menemukan jati diri, minat dan bakat, serta mengembangkan keterampilan sosial. Kehadiran berbagai UKM dan komunitas sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menemukan lingkungan yang sesuai dengan ketertarikan dan potensi masing-masing. “Harapannya sinergi dan kolaborasi itu dapat membantu mahasiswa, terkhususnya mahasiswa baru, untuk dapat menemukan jati diri, minat bakat, social skill, dan juga membantu untuk menjunjung tinggi nilai kebogeman, yaitu mengakar kuat menjulang tinggi,” katanya.
Bintang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia berharap kolaborasi yang telah dibangun dalam Gelex dapat terus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ingatan kolektif mahasiswa UGM. “Harapannya nilai-nilai kegelanggangan dapat terus menjadi ingatan kolektif, yang terus membanggakan, yang terus menjadi kenangan ke generasi-generasi mendatang,” pungkasnya.
Ketua Forum Komunikasi Unit Kegiatan Mahasiswa (Forkom UKM) UGM, Muhammad Arief Maulana, dalam sambutannya menyampaikan jika UKM tidak hanya menjadi organisasi pendukung kegiatan kampus. Menurutnya, berbagai proses yang berlangsung di dalam UKM memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran akademik. “Di dalamnya banyak proses berpikir, menelaah, dan menelisik banyak pengetahuan dan pengalaman secara aktual,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwasannya kehidupan kampus tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mencakup pengalaman mahasiswa dalam menghadapi perbedaan, membangun kerja sama, mempertanggungjawabkan keputusan, serta menjalani peran sebagai pemimpin maupun anggota.
Menurutnya, keterampilan yang kerap disebut sebagai soft skill tidak selalu diperoleh melalui pelatihan atau seminar. Pengalaman tersebut justru dapat tumbuh melalui berbagai persoalan dan situasi nyata yang dihadapi mahasiswa ketika terlibat dalam organisasi.
Dalam konteks tersebut, Gelex menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk mengenal berbagai pilihan kegiatan kemahasiswaan yang tersedia di UGM. Mahasiswa tidak hanya dapat melihat dan mengenali UKM, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bertanya dan menemukan lingkungan yang dapat menjadi ruang untuk berkembang. “Gelanggang Expo menjadi wadah pertama untuk teman-teman memulai perjalanan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Forkom UKM dan panitia Gelex 2026 yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia mengatakan Gelex merupakan agenda rutin yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mengenalkan UKM dan komunitas kepada mahasiswa UGM. “Acara Gelanggang Expo adalah acara rutinitas yang memang digelar oleh teman-teman Forkom UKM sebagai bagian upaya dari pengenalan unit-unit kegiatan mahasiswa dan juga komunitas yang ada di lingkungan Universitas Gadjah Mada,” jelasnya.
Ia menyebut UGM memiliki 76 UKM dan komunitas dengan bidang kegiatan yang beragam, mulai dari kerohanian, olahraga, seni, hingga kegiatan khusus serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan prestasi maupun nonprestasi. Keberagaman tersebut, menurutnya, memberikan banyak pilihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik. “Artinya ini menjadi sebuah wadah penting bagi teman-teman, khususnya mahasiswa baru, untuk kemudian menempuh student journey soft skill yang akan ditempuh di Universitas Gadjah Mada ini,” katanya.
Hempri menekankan proses belajar mahasiswa tidak terbatas pada capaian akademik. Pengalaman berinteraksi dengan orang lain, mengenal lingkungan, serta terlibat dalam organisasi juga menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa selama berada di UGM. “Belajar tidak harus di kelas, belajar saya kira bisa kemudian di luar arena kelas,” ungkapnya.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu mengukur keberhasilan melalui indeks prestasi. Pengalaman sosial yang diperoleh melalui organisasi juga penting untuk membentuk kemampuan mahasiswa dalam mengenal sesama, memahami lingkungan, serta mengembangkan karakter.
Bagi mahasiswa baru, Gelex menjadi salah satu tahap lanjutan setelah mengikuti rangkaian PIONIR. Melalui Gelex, mahasiswa dapat mengenali lebih jauh berbagai organisasi kemahasiswaan, UKM, dan komunitas yang ada di lingkungan UGM sebelum menentukan kegiatan yang ingin diikuti. “Gelanggang Expo ini menjadi sebuah wadah teman-teman untuk mengenali dan nanti menjadi anggota bagi UKM dan komunitas yang ada di Universitas Gadjah Mada yang ada saat ini,” tutur Hempri.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai UKM dan komunitas sebagai ruang pengembangan soft skill dan karakter. UGM, lanjutnya, tengah mengarahkan pengembangan karakter mahasiswa melalui karakter “BERANI”, yang mencakup bernalar, etis, relasional, adaptif, nyata berdampak, serta inklusif dan inisiatif.
Selain menjadi ruang pengenalan UKM dan komunitas, Gelex 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan yang dirancang lebih interaktif. Berdasarkan penjelasan pembawa acara, rangkaian kegiatan selama tiga hari, 27–29 Agustus 2026, menghadirkan sejumlah inovasi yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi secara langsung dengan UKM maupun komunitas.
Pada hari pertama dan ketiga, Gelex menghadirkan panggung olahraga yang menampilkan UKM dari bidang olahraga. Mahasiswa dapat menyaksikan berbagai penampilan sekaligus berinteraksi dengan anggota UKM untuk mengetahui lebih jauh kegiatan yang mereka jalankan.
Sementara itu, pada hari kedua akan digelar parade UKM yang melibatkan 162 peserta dari 54 UKM. Parade tersebut menjadi salah satu inovasi Gelex 2026 untuk menghadirkan UKM secara lebih interaktif kepada mahasiswa dengan mengelilingi area penyelenggaraan Gelex.
Selain parade dan panggung olahraga, Gelex 2026 juga menghadirkan Bingkai Kelana dan Kolase Imaji yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menikmati rangkaian acara Gelex 2026. Lalu, berbagai tenant komunitas turut hadir untuk melengkapi kegiatan. Area makanan dan minuman atau F&B dan sejumlah sekber UKM tersebar di beberapa bagian venue. Kehadiran berbagai ruang dan aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses mengenal UKM dan komunitas. Mahasiswa dapat bertanya mengenai kegiatan, pengalaman, maupun kesempatan bergabung sebelum menentukan pilihan sesuai dengan minat dan bakatnya.
Aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung juga menjadi bagian dari pelaksanaan Gelex. Panitia menyediakan sistem sinyal SOS dengan tiga penanda warna untuk membantu pengunjung ketika menghadapi situasi tertentu. Sinyal merah digunakan untuk kendala medis, hijau untuk laporan pelecehan seksual, dan biru untuk kondisi yang berkaitan dengan kejahatan.
Penulis : Zabrina Kumara
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
