Duta Besar (Dubes) Hongaria untuk Indonesia, Szilveszter Bus, bertemu dengan Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., di Kantor Pusat UGM, Selasa (26/1). Tamu dari Hongaria tersebut ingin menjajagi kerja sama pertukaran mahasiswa dan dosen antara kedua negara, khususnya di Universitas Gadjah Mada. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Szilveszter Bus ke UGM setelah ditunjuk sebagai dubes pada September lalu.
“Dia ingin meningkatkan mobilitas profesor antar kedua negara. Dia sediakan dana mendatangkan dosen mahasiswa dari Hongaria,” kata Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UGM, Dr. Ir. Rachmat A. Sriwijaya, kepada wartawan usai mendampingi pertemuan Dubes Hongaria dengan Rektor.

Dalam diskusi dengan Rektor, Szilveszter Bus menegaskan akan berupaya menjalin kerja sama yang lebih erat antara Hongaria dan Indonesia melalui jalur pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu pilar penting untuk kemajuan sebuah negara. Untuk Indonesia, dirinya melihat banyak hal yang perlu dibenahi oleh generasi muda, terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, keahlian, dan kepemimpinan. “Anak-anak muda harus berpikir luas, belajar bertanggung jawab, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, serta bangsa dan negara. Meski Indonesia sedang mengalami transisi demokrasi, saya yakin hal itu bisa dilalui dengan baik. Ibarat mengajarkan anak kecil belajar berenang, semua akan bisa diselesaikan,” tuturnya.
Di akhir pertemuan, Szilveszter Bus menerima tawaran Rektor UGM untuk memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional. Ia bahkan akan menyempatkan diri hadir dua kali dalam satu semester untuk memberikan kuliah tersebut. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
