Universitas Gadjah Mada mewisuda 1.226 lulusan sarjana, Kamis (18/2). Dengan demikian, UGM telah menghasilkan 207.812 lulusan, yang terdiri atas 29.022 ahli madya, 132.894 sarjana, 43.401 master dan magister, 1.323 spesialis, dan 1.172 doktor.
Untuk wisuda periode II tahun akademik 2009/2010 ini, lama studi rata-rata adalah 4 tahun 10 bulan. Masa studi tersingkat diraih oleh Fariz Ghadati dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 1 bulan. Sementara itu, tercatat sebagai lulusan termuda adalah Arie Yohanes Dezvyanto dari Fakultas Teknik, yang menyandang gelar sarjana pada usia 20 tahun 2 bulan 9 hari.
Kali ini, wisudawan yang berpredikat cum laude berjumlah 137 orang atau 14,53 persen dari semua lulusan. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dicapai oleh Awistaros Angger Sakti dari Fakultas Peternakan dengan nilai 3,98.
Dalam pidato sambutannya, Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., kembali mengingatkan semua wisudawan-wisudawati untuk meneruskan berbagai langkah pengabdian kepada masyarakat di sepanjang karirnya. “Di setiap kegiatan apapun yang dipilih, baik kemasyarakatan, industri, pemerintahan, bisnis, entrepreneur, atau yang lain-lainnya,” pesan Rektor.
Dalam rangka mewujudkan visi UGM menjadi universitas riset kelas dunia yang unggul, mandiri, bermartabat, dan dengan dijiwai Pancasila untuk mengabdi kepada kepentingan dan kemakmuran bangsa, UGM telah melakukan berbagai inovasi program dan kegiatan. “Fokus kegiatan tersebut adalah percepatan pemanfaatan hasil-hasil penelitian bagi kesejahteraan masyarakat, selain melalui cara pengabdian bergabung ke institusi pembelajaran penciptaan pekerjaan,” katanya.
Rektor juga berharap agar para wisudawan-wisudawati mampu memanfaatkan posisi UGM dalam pergaulan internasional untuk menjalin kemitraan, kerja sama, dan meningkatkan manfaat jejaring lebih luas lagi dengan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
