Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Ir. Fadel Muhammad, mengatakan pemerintah akan menyiapkan paket modal usaha untuk program kewirausahaan bagi lulusan sarjana. Program ini bertujuan untuk mendorong terciptanya lapangan kerja. “Ada masalah besar di Indonesia. Jumlah sarjana yang lulus cukup besar, sementara lapangan kerja sangat kurang. Masalah ini sempat saya sampaikan di rapat kabinet,” kata Fadel Muhammad dalam acara pembekalan calon wirausaha muda bagi para sarjana di Provinsi DIY. Kegiatan berlangsung di Gedung Harjono Danusastro, Fakultas Pertanian UGM, Sabtu (16/1/2010).
Fadel menambahkan pemerintah juga telah menyiapkan paket-paket untuk wirausaha bagi sarjana yang baru lulus dalam bentuk paket ikan tawar (nila, lele, dan bandeng). Tahun ini seluruhnya paket yang disediakan sebesar Rp 80 miliar dengan skim 5-15 juta rupiah. Paket tersebut di luar paket untuk nelayan dan akan disalurkan melalui dinas-dinas yang membidangi di wilayah masing-masing. “Sudah disiapkan paket kewirausahaan bagi sarjana, seperti paket lele, paket nila,” jelasnya.
Fadel berpendapat bahwa peket kewirausahaan untuk para sarjana ini diharapkan akan melahirkan pengusaha yang baik, yang berbasis perguruan tinggi. Karena untuk menjadi seorang wirausaha, menurut Fadel, ada prasyarat yang harus dipenuhi, yakni memiliki kemampuan, kesempatan, dan strategi.
Hal senada juga disampaikan Menteri Koperasi dan UKM RI, Dr. Syarifuddin Hasan, M.M.,M.B.A. Ia menuturkan kementeriannya telah bekerja sama dengan Bank BPD di seluruh indonesia dan beberapa bank yang memfasilitasi program bantuan wirausaha untuk sarjana. Menurutnya, melalui penciptaan wirausaha muda, target menurunkan pengangguran yang sekarang mencapai 7,87 persen menjadi 5-6 persen di tahun 2014. Sementara itu, jumlah kemiskinan 14,15 persen menjadi 8-10 persen. “Cukup menggunakan agunan ijazah sarjana, maka akan diberikan kredit usaha stimulan bagi para sarjana,” terangnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
