WHO-TDR telah menetapkan Fakultas Kedokteran (FK) UGM sebagai Pusat Pelatihan Regional (Regional Training Center) untuk penelitian kesehatan mulai tahun 2010. Upaya ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang Good Laboratory Practice (GLP), Good Clinical Practice (GCP), dan Good Epidemiology Practice (GEP) yang akan dilakukan sebagai penguatan kapasitas peneliti di UGM. “Sebagai pusat pelatihan regional, kesempatan bagi peneliti UGM untuk berkiprah di tingkat nasional dan internasional,” kata Dekan FK UGM, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., dalam pidato Laporan Dekan pada Dies Natalis ke-64, Jumat (5/3), di Auditorium FK UGM.
Sebelumnya, kata Ghufron, sejak 2008 FK UGM juga telah dipilih oleh WHO sebagai Regional TB Training Center. Pada tahun 2009, telah dilakukan training dan workshop TBCTA-ReTrac yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara.
Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat, Kemenkes, Dr. Budihardja, D.T.M.H., M.P.H., dalam pidato Dies Natalis berjudul Akselerasi Pencapaian MDGs melalui Pemberdayaan Perilaku Hidup Sehat, mengatakan upaya pencapaian MDGs 2015 harus dilakukan dengan percepatan dan melibatkan tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. “Saat ini, Kementerian Kesehatan sedang menggodok konsep reformasi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penataan sistem dan peningkatan jangkauan pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan yang berkeadilan,” katanya.
Budihardja juga menyebutkan konsep pemberdayaan masyarakat untuk perilaku hidup sehat yang sampai saat ini dianut oleh pemerintah adalah upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Alumni dan Pengembangan Usaha UGM, Prof. Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil, Ph.D., berharap di masa mendatang FK UGM dapat meraih beberapa capaian yang lebih bagus. “Semoga mendapat penghargaan yang lebih baik di masa mendatang,” harapnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
