Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Endang Rahayu Sedyaningsih, mengharapkan para peneliti lebih mengembangkan penelitian ke arah kemandirian obat dan vaksin. Pernyataan itu disampaikan Menkes di hadapan para peneliti Fakultas Kedokteran (FK) UGM dalam kunjungannya meninjau dua laboratorium di Gedung Radioputro FK UGM, Jumat (29/1).
Disampaikan oleh Menkes, pihaknya akan mendukung terbentuknya beberapa pusat penelitian pengembangan penelitian obat dan vaksin melalui sinergi pemetaan antargrup penelitian. “Penelitian sebaiknya lebih ke arah kemandirian obat dan vaksin. Kita akan membantu, semakin banyak pusat peneltian yang mampu, semakin baik untuk Indonesia,” kata Menkes.
Kendati demikian, Menkes juga berharap pusat-pusat grup penelitian tidak melakukan penelitian yang sama, tetapi yang berbeda agar dapat saling melengkapi. “Jangan khawatir, semua yang mau maju akan didukung. Saya minta kita punya kekuatan yang tersebar, saling melengkapi, tidak melakukan yang sama sehingga secara bersama-sama bergerak maju,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menkes mengakui kualitas penyelenggaraan pendidikan di FK UGM sudah lebih baik. Namun, dirinya meminta tugas pengabdian kepada masyarakat diperluas lagi dengan menerima lebih banyak mahasiswa dari daerah.“Dalam arti, menerima mahasiswa yang mau kembali ke daerah, saling dibantulah dari daerah. Memang ada standar yang harus dipenuhi, misalnya dari daerah itu susah lulusnya,” tambahnya.
Oleh karena itu, Menkes juga mengharapkan calon tenaga kesehatan yang menjalani pendidikan di FK UGM didorong untuk kembali ke daerah. “Memotivasi kuat agar mereka bisa bekerja dan kembali ke daerah, Depkes akan menyediakan fasilitas di daerah,” ujarnya.
Dalam kunjungannya ke UGM, Menkes dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, bertemu dengan Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D. Kepada keduanya disampaikan pemaparan rencana UGM menuju universitas kelas dunia oleh Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Retno. S. Sudibyo, M.Sc., Apt., di Ruang Senat Akademik.
Setelah selesai jamuan makan siang, kedua menteri berkesempatan meninjau Laboratorium Biologi Molekuler FK UGM. Dalam kesempatan itu, Menkes mendapat penjelasan dari peneliti di Laboratoium Biologi Molekuler FK UGM tentang penelitian pengembangan imunoterapi kanker nasofaring. Menkes meminta agar laboratoium tersebut dapat dimanfaatkan untuk penelitian dan pemeriksaan multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB), yakni penyakit TB yang resistan terhadap berbagai jenis obat. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
