
Menurut Margana, globalisasi adalah sebuah keniscayaan. Memasuki era global, diperlukan sebuah kekuatan budaya dari sebuah bangsa. Kebudayaan yang kuat akan menjadikan sebuah bangsa tidak terombang-ambing dalam dinamika globalisasi yang tidak dapat diprediksikan ke mana arahnya. “Kebudayaan yang berbasis pada kekayaan budaya lokal adalah kekuatan budaya bangsa yang perlu dikembangkan untuk ikut serta dalam dinamika globalisasi tersebut,” jelasnya.
Pendapat senada juga dikemukakan oleh Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., D.E.A. Ia mengatakan kesadaran lokal dibutuhkan untuk menghadapi situasi dunia sekarang ini. Menurutnya, budaya lokal dianggap memiliki perangkat keilmuan dan konsep-konsep warisan budaya. “Lokalitas dan globalitas, keduanya berguna untuk menjawab kebutuhan manusia,” katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
