Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, menggandeng UGM guna meningkatkan kapasitas aparatur dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah. Hal tersebut disepakati dan dituangkan dalam naskah kerja sama UGM dengan Pemkot Pangkal Pinang yang ditandatangani pada Jumat (19/3) sore di Ruang Sidang Pimpinan, Kantor Pusat UGM.
Walikota Pangkal Pinang, Drs. Zulkarnain Karim, M.M., menuturkan kerja sama akan berupa pelaksanaan pelatihan aparatur Pemkot Pangkal Pinang dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah. Menurutnya, pelatihan keuangan ini dirasakan sangat penting untuk menindaklanjuti upaya reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah pusat di bidang SDM, kelembagaan, dan tata laksana.
“Paling sulit pada ketatalaksanaan atau bidang manajemen. Namun, bidang tata laksana pengelolaan keuangan daerah juga tidak terlepas dengan kapasitas SDM dan kelembagaan,” katanya.
Selaku walikota, Zulkarnain merasa ada perkembangan dan perubahan yang begitu cepat dalam hal pengelolaan keuangan oleh pusat, yang terkadang tidak dibarengi dengan kemampuan aparatur di daerah. Oleh karena itu, Pemkot memandang penting kerja sama pelatihan pengelolaan keuangan dan aset daerah dengan UGM.
Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., juga menyambut baik kerja sama tersebut. Melalui pelatihan ini, Rektor berharap akan memberi manfaat optimal bagi kemajuan Pemkot Pangkal Pinang. “Kita memfasilitasi pertumbuhan kapasitas SDM Pangkal Pinang agar tumbuh dorongan secara internal untuk selalu belajar sehingga nantinya bisa mendukung cita-cita untuk keadaban dan kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Rektor juga mengharapkan melalui kerja sama ini aparatur pemerintah yang mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan dan aset daerah tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan, sikap mental, dan nilai-nilai kepribadian yang ditanamkan oleh UGM. (Humas UGM/Gusti Grehenson)
