
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memberikan pembekalan kepada kelompok mahasiswa UGM yang akan mengadakan kegiatan KKN di Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan yang diselenggarakan pada 23-24 Mei di Gedung KLMB, Fakultas Geografi UGM ini diikuti oleh para mahasiswa peserta KKN dari berbagai fakultas di UGM beserta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Desa PDTT serta para trainer.
“Saya menyambut baik kegiatan pembekalan KKN untuk dapat memahami lebih lanjut terkait dengan desa,” ujar Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Desa PDTT, Ir. Leroy Samy Uguy, MA, Ph.D., yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam KKN yang akan dijalankan pada pertengahan tahun ini, para mahasiswa UGM akan mengadakan program pembangunan kawasan pinggir Hutan Agribis-Lestari berbasis ICT di Desa Sangatta Selatan untuk mengembangkan potensi wilayah tersebut. Kegiatan tersebut merupakan usulan dari tim Pengusul Prodi Pembangunan, Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi UGM yang diketuai oleh Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T sekaligus sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Kegiatan Pembekalan KKN UGM Desa Membangun dibuka pada 23 Mei dengan sambutan yang diberikan oleh Widarjanto dari Pustlibang Kemendesa dan Wakil Dekan III Fakultas Geografi, Dr. Rachmawati Hizbaron, M.Sc. Selain itu, hadir pula Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Prof. Ir Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., P.hD., serta koordinator wilayah Kalimantan.
Paparan Konsep KKN Tematik dari Kemendesa PDTT terdiri atas lima sesi, yaitu Materi konsep KKN Tematik oleh Saraswati Soegiharto, Materi Pemberdayaan Masyarakat oleh Peneliti Kemendesa, Anharudin, Kerja sama Antar Desa oleh Djoko Puguh W, Perencanaan Partisipatif Pembangunan Desa oleh Sutoro Eko, Sustainable Rural Development oleh Didik Suharjito, serta Penyusunan rencana aksi oleh Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T.
“Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat menjadi fasilitator atau pendamping masyarakat nantinya dalam mengembangkan IT Desa, membuat badan usaha milik desa dengan konsep desa membangun dengan menggali partisipasi masyarakat desa,” jelas Leroy.
Pada hari kedua, dilakukan penandatangan Surat Perjanjian Kerja Sama Swakelola (PKS) antara Pejabat Pembuat Komitmen Puslitbang dengan Kepala LPPM UGM, Universitas Hasanuddin, Universitas Papua, dan Universitas Nusa Cendana. Proses penandatanganan PKS untuk UGM dilakukan oleh Prof. Dr. Suratman, M.Sc. selaku Ketua LPPM UGM. (Humas UGM/Gloria)