
Bukan perkara mudah bagi orang yang berada di puncak karier untuk memutuskan menjadi wirausaha. Banyak pertimbangan pelik dan pertaruhan risiko sekaligus mengubah mental dari karyawan menjadi wirausaha.
Begitulah yang dilakukan dalam hidup Putra Nababan, seorang wartawan senior pemegang kendali dapur Metro TV dan Metrotvnews.com. Bahkan, dalam sejarah media Putra Nababan adalah satu-satunya pemimpin redaksi paling muda dan paling lama.
Dua puluh tiga tahun dalam kehidupannya selalu tak jauh-jauh dari manajemen keredaksian. Semua posisi ia lalui, mulai reporter hingga pemimpin redaksi. Singkat cerita ia pun mundur dari tempat ia bekerja dan melepaskan jabatan sebagai pemimpin redaksi untuk menjadi wirausaha.
“Mau memulai bisnis yang pertama dan penting adalah soal visi misi, gagasan dan ide. Bukan soal-soal teknis. Tapi biasanya kita kebalikan, contoh seperti mendirikan center ini, tentu tidak dimulai dari memikirkan ruangan, proyektor, ac, kursi, tapi bagaimana visi misi agar masyarakat Jogja dan Jawa Tengah terpapar digital,” kata Putra Nababan, di hall lantai 4 Fisipol UGM pada kegiatan Inovatif Job Oppurtunity, Kamis (19/10).
Putra Nababan menuturkan banyak perusahaan bertahan ratusan tahun karena memiliki core visi misi yang sangat kuat. Dengan demikian, perusahaan bertahan karena core visi misi bukan hanya soal duit atau modalnya yang kuat.
“Untuk mikir visi misi bisa 6 bulan sendiri, bukan 2 tau 3 hari. Bisa saja melalui proses meditasi dan segala macam. Dengan rumusan visi misi tentu menjamin sustainability dari perusahaan,” tuturnya.
Dalam kegiatan yang dilakukan CfDS Fisipol UGM, Putra Nababan pendiri ID Talent menambahkan di era saat ini memudahkan orang menyalurkan minat apapun. Sementara itu, dalam perjalanan usaha yang terpenting adalah kecepatan pulih dari keterpurukan.
“Kita tahu usaha tidak selalu mulus-mulus saja jalannya. Kadang juga jatuh maka yang segera dilakukan adalah bangkit dan kecepatan untuk kembali bukan mengeluh,” paparnya. (Humas UGM/ Agung)