
Masalah kesehatan yang semakin kompleks menuntut adanya penelitian yang bersifat lintas disiplin. Demi menghasilkan sinergi dalam penyelesaian masalah kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM menyatukan pusat-pusat kajian yang dimiliki di dalam Gedung Penelitian dan Pengembangan yang diresmikan pada Jumat (10/8).
“Dengan adanya bangunan ini, saya yakin bisa meningkatkan kinerja riset FKKMK. Mudah-mudahan pusat kajian yang selama ini relatif menyebar saat ini bisa menjadi satu, semakin terintegrasi dan saling bersinergi untuk menghasilkan penelitian yang lebih baik,” tutur Wakil Rektor UGM Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset, Prof.Dr.Ir. Bambang Agus Kironoto, yang meresmikan gedung ini.
Bangunan di Jl. Persatuan yang dikembangkan sebagai Gedung Penelitian dan Pengembangan ini sebelumnya dimanfaatkan sebagai Pusat Pelatihan Bahasa. Kini, gedung ini disiapkan khusus untuk mewadahi pusat-pusat kajian di lingkungan FKKMK yang merupakan salah satu kendaraan utama fakultas ini untuk menghasilkan penelitian yang bermuara pada kebijakan, program, atau pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Terdapat 10 pusat kajian yang akan menempati gedung ini, di antaranya Pusat Kedokteran Tropis, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Pusat Kesehatan Reproduksi, Pusat Bioetik dan Humaniora Kesehatan, serta Pedriatics Research Office (PRO) yang sedang dalam proses pengajuan sebagai pusat kajian.
Dekan FKKMK, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., PhD., SpOG(K), menuturkan letak Gedung Penelitian dan Pengembangan yang cukup strategis dan diapit oleh beberapa fakultas yang berbeda, membuka peluang bagi adanya kolaborasi penelitian antara pusat kajian di FKKMK dengan peneliti dari fakultas lain yang terkait.
“Diharapkan ini menjadi praktik baik yang dapat kita tularkan dan kerja sama multidisiplin menjadi semakin kuat dan riil. Gedung ini menjadi jendela inovasi produk-produk FKKMK kepada publik dan juga pada layanan secara umum,” ucapnya.
Wakil Dekan FKKMK Bidang Penelitian dan Pengembangan, dr. Yodi Mahendradhata, MSc., Ph.D., menyampaikan bahwa pusat kajian yang dimiliki FKKMK telah banyak berkontribusi bagi pengembangan kajian dan layanan kesehatan di Indonesia. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kebijakan, misalnya, telah banyak menghasilkan rekomendasi kebijakan di lingkungan Kementerian Kesehatan. Selain itu, Pusat Kedokteran Tropis sendiri mendapatkan mandat dari WHO untuk menjadi pusat pelatihan riset kesehatan se-Asia Tenggara.
Untuk itu, keberadaan gedung khusus beserta berbagai fasilitas di dalamnya diharapkan dapat semakin memperbesar kontribusi FKKMK di waktu mendatang.
“Penempatan semua pusat kajian dalam satu atap membuat kami semakin sinergis dan saling memperlengkapi sehingga ke depan bisa semakin banyak memberi kontribusi,” ujarnya. (Humas UGM/Gloria)