• Berita
  • Arsip Berita
  • Simaster
  • Webmail
  • Direktori
  • Kabar UGM
  • Suara Bulaksumur
  •  Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Pendidikan
    • Promosi Doktor
    • Pengukuhan Guru Besar
    • Wisuda
  • Prestasi
  • Penelitian dan Inovasi
    • Penelitian
    • PKM
    • Inovasi Teknologi
  • Seputar Kampus
    • Dies Natalis
    • Kerjasama
    • Kegiatan
    • Pengabdian
    • Kabar Fakultas
    • Kuliah Kerja Nyata
  • Liputan
  • Cek Fakta
  • Beranda
  • Liputan/Berita
  • Lakukan Inovasi Jika Tidak Mau Setia Dengan Impor

Lakukan Inovasi Jika Tidak Mau Setia Dengan Impor

  • 04 Desember 2021, 06:38 WIB
  • Oleh: Satria
  • 8746
Lakukan Inovasi Jika Tidak Mau Setia Dengan Impor

Di dunia kontemporer ini, menggalakkan inovasi tentu sangat diperlukan. Hal itu seperti pada produksi ternak potong di Indonesia, terutama sapi, inovasi tampaknya tidak lagi dapat ditawar untuk dilakukan di kemudian hari. Alumnus Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM yang saat ini menjabat sebagai Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Dirjen PKH Kementrian Pertanian RI, Syamsul Ma’arif, mengatakan jika inovasi tidak digalakkan untuk meningkatkan produksi ternak sapi potong, maka Indonesia tidak akan keluar dari ketergantungan mengimpor baik sapi maupun dagingnya. Hal tersebut dituturkan Syamsul dalam talkshow bertemakan ‘Perkembangan Peternakan di Era 4.0 melalui Tantangan Peradaban’ yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Peternakan UGM pada hari ini, Rabu, (1/12). 

Syamsul mengungkapkan kebutuhan daging sapi di Indonesia rata-rata sekitar 669 ribu ton setiap tahunnya. Akan tetapi, produksi ternak potong daging sapi dalam negeri nyatanya hanya bisa menyiapkan sekitar 430 ribu ton saja setiap tahun. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi tersebut, Indonesia kemudian terpaksa melakukan pemenuhan dengan melakukan impor, baik dalam bentuk hewan sapi-nya maupun dagingnya.  

Oleh karena itu, inovasi mau tidak mau harus benar-benar digalakkan untuk meningkatkan produksi ternak sapi potong tersebut. Syamsul melihat kebanyakan peternak sapi di Indonesia masih menggunakan cara konvensional atau tradisional. Seperti halnya dalam pola pikir produksi ternak. Syamsul melihat para peternak sapi masih berpikir beternak sapi itu hanya sebagai tabungan sehingga tidak ada upaya peningkatan produksi, serta penyembelihannya mesti menunggu momentum tertentu terlebih dahulu, seperti Hari Raya Kurban dan lain sebagainya.  

“Kalau kita terus begini ya kita bakal kebanjiran impor terus ini,” tutur Syamsul. 

Sejalan dengan itu, Syamsul mengajak para peternak millenial untuk kemudian meninggalkan cara-cara konvensional atau tradisonal tersebut. Para peternak millenial diharapkan dapat menciptakan cara-cara yang lebih efektif dan efisien dibanding sebelumnya untuk meningkatkan produksi dan tentunya kualitas hasil produksi.   

“Kalau kita masih tradisional, maka kita akan tergerus oleh produk-produk yang datang oleh luar (negeri) yang masuk ke Indonesia. Kalau Anda tidak efesien dan efektif, jangan sesali produk-produk yang ada di luar Indonesia itu akan masuk dan ‘banjir’ di Indonesia. Kenapa? Jumlah penduduk kita itu ada (sekitar) 272 juta jiwa. Itu sasaran empuk bagi negara-negara lain untuk memasukkan produknya ke Indonesia,” pungkas Syamsul. 

Penulis: Aji  

 

Berita Terkait

  • Stiker Bagi Pengendara Difabel Resmi Diluncurkan

    Tuesday,06 February 2018 - 9:31
  • Kepala BRIN Minta FT UGM Perkuat Riset dan Inovasi Keteknikan

    Monday,21 February 2022 - 17:06
  • Ekonomi Pedesaan Berpotensi terkena Dampak Krisis Ekonomi Global

    Friday,17 October 2008 - 10:14
  • Membedah Kebijakan Impor Produk Batik

    Monday,28 May 2018 - 8:22
  • Peneliti Ekonomi Kerakyatan UGM Mengkritisi Rencana Kebijakan Impor Garam

    Monday,15 March 2021 - 23:36

Rilis Berita

  • Dosen Perikanan UGM Murwantoko Dikukuhkan sebagai Guru Besar 21 March 2023
    Dosen Departemen Perikanan, Prof. Dr. Ir. Murwantoko, M.Si., dikukuhkan sebagai G
    Gloria
  • Komunitas Mahasiswa Hindu UGM Ikuti Tawur Agung di Candi Prambanan 21 March 2023
    Mahasiswa UGM yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Komunitas Mahasiswa Hindu Dharma (UKM
    Ika
  • 40 UMKM Mengikuti Pelatihan Peningkatan Kualitas Proses Pengolahan dan Pengemasan Produk 21 March 2023
    Sebanyak 40 pelaku UMKM mengikuti Pelatihan Peningkatan Kualitas Proses Pengolahan dan Pengemasan
    Agung
  • UGM Kembangkan Aplikasi TOMO Untuk Penanganan Tuberkulosis Resisten Obat 21 March 2023
    Penyakit tuberkulosis (TB) masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia. Dalam lapora
    Ika
  • Entrepreneur di Bidang Peternakan Masih Minim 21 March 2023
    Meski masih terbuka lebar Indonesia masih kekurangan entrepreneur di bidang peternakan. Data Bada
    Agung

Agenda

  • 02Jul Dies Natalis MM UGM...
Universitas Gadjah Mada
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Bulaksumur Yogyakarta 55281
   info@ugm.ac.id
   +62 (274) 6492599
   +62 (274) 565223
   +62 811 2869 988

Kerja Sama

  • Kerja Sama Dalam Negeri
  • Alumni
  • Urusan Internasional

TENTANG UGM

  • Sambutan Rektor
  • Sejarah
  • Visi dan Misi
  • Pimpinan Universitas
  • Manajemen

MENGUNJUNGI UGM

  • Peta Kampus
  • Agenda

PENDAFTARAN

  • Sarjana
  • Pascasarjana
  • Diploma
  • Profesi
  • Internasional

© 2023 Universitas Gadjah Mada

Aturan PenggunaanKontakPanduan Identitas Visual