• Berita
  • Arsip Berita
  • Simaster
  • Webmail
  • Direktori
  • Guyub
  • Kabar UGM
  •  Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Pendidikan
    • Promosi Doktor
    • Pengukuhan Guru Besar
    • Wisuda
  • Prestasi
  • Penelitian dan Inovasi
    • Penelitian
    • PKM
    • Inovasi Teknologi
  • Seputar Kampus
    • Dies Natalis
    • Kerjasama
    • Kegiatan
    • Pengabdian
    • Kabar Fakultas
    • Kuliah Kerja Nyata
  • Liputan
  • Cek Fakta
  • Beranda
  • Promosi Doktor
  • Teliti Kebijakan Subsidi Pupuk Anorganik, Zaenal Soedjais Raih Doktor

Teliti Kebijakan Subsidi Pupuk Anorganik, Zaenal Soedjais Raih Doktor

  • 31 Maret 2008, 12:25 WIB
  • Oleh: Gusti
  • 3769
  • PDF Version

Yogya, KU

Kebijakan subsidi pupuk anorganik belum dilaksanakan secara komprehensif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan maupun penerima manfaat khususnya petani. Rancangan yang dihasilkan mempunyai perspektif jangka pendek dan ditengarai adanya pertimbangan politik maupun konsesi terhadap kekuatan atau lembaga internasional.

“Pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan, tidak pada produktivitas lahan dan ketahanan pangan namun lebih ke arah kepentingan industri pupuk, sedangkan kesejahteraan petani kurang mendapat perhatian,” ujar Zaenal Soedjais dalam ujian terbuka promosi doktor Ilmu Pertanian yang dipimpin Prof Dr Irwan Abdullah MA, di Ruang Seminar Lantai 5 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, Sabtu (29/3).

Pada kesempatan tersebut promovendus yang dilahirkan di Cirebon 10 Agustus 1942 menyampaikan disertasi dengan judul penelitian ‘Analisis Kebijakan Subsidi Pupuk Anorganik dalam Konteks Pengembangan Pertanian Organik di Indonesia dengan promotor Prof Dr Masyhuri dan ko-promotor Prof Dr J Nasikun, didampingi 3 tim penilai dan tiga 3 tim penguji.

Lebih lanjut dikatakan suami Sri Afifah ini, pelaksanaan kebijakan subsidi program pemerintah sejak tahun 1970-an telah meningkatkan konsumsi pupuk anorganik secara tidak berimbang dan setelah tahun 1990-an cenderung konstan. Konsumsi jenis pupuk tertentu menyebabakan terjadfinya ketidakseimbangan di bidang lingkungan.

“Tingkat penggunaan pupuk anorganik di kalangan petani telah melebihi dosis yang dianjurkan, terutama urea, sehingga terjadi ketidakseimbangan dengan jenis pupuk makro lain maupun pupuk mikro dan masukan pupuk organik,” kata Zaenal Soedjais, yang kini menjabat sebagai komisaris utama di dua lembaga, yaitu PT Greenland Niaga Indonesia dan PT Sealand Logistik.

Dalam akhir ujian terbuka tersebut Zaenal Soedjais juga menyarankan, perumusan kebijakan subsidi pupuk anorganik seyogyanya dilaksanakan dengan melakukan analisis permasalahan yang matang dan dilandasi pertimbangan komprehensif mencakup berbagai aspek yang relevan, khususnya kesejahteraan petani yang menjadi perhatian utama dengan melibatkan pemangku kepentingan.

“Rumusan baku ditetapkan dan dijadikan pedoman pelaksanaan, sehingga kebijakan subsidi dapat konsisten berjalan serta tidak berubah-ubah tanpa dasar. Kebijakan subsidi pupuk seharusnya mengakomodasi kombinasi penggunaan pupuk anorganik dan organik, sehingga mencapai keseimbangan,” ujar Zaenal Soedjais yang meraih dua gelar sarjananya di UGM, yaitu sarjana Ekonomi dan sarjana Akuntansi. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Berita Terkait

  • Teliti Sistem Saraf Otonom, Dosen FK Raih Doktor

    Monday,02 December 2013 - 14:55
  • Maksum Sesalkan Merosotnya Subsidi RTM dalam APBN 2010

    Friday,14 August 2009 - 9:00
  • Dosen Pertanian Universitas Sam Ratulangi Raih Doktor Di UGM

    Monday,29 September 2014 - 9:44
  • Subsidi Pupuk Belum Mendorong Produktivitas Pertanian

    Tuesday,08 September 2020 - 14:59
  • Prof. Catur Sugiyanto: Pemberian Jaminan Harga Beras Dorong Petani Adopsi Pupuk Organik

    Tuesday,01 March 2011 - 14:03

Rilis Berita

  • Booster Tetap Harus Dilakukan 04 July 2022
    Pemerintah melalui juru bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, meminta kepada masyarakat u
    Agung
  • Penanganan PMK dan Hukumnya untuk Kurban Iduladha 04 July 2022
    Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mewabah di berbagai daerah di Indonesia sejak akhir April 2022 samp
    Satria
  • Dies ke-34 MM FEB UGM Luncurkan Buku “Mencetak Pemimpin Bisnis” 03 July 2022
    Program studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM FEB UG
    Gusti
  • Refleksi dan Proyeksi Pengelolaan Lingkungan Hidup Indonesia 02 July 2022
    Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Ke
    Satria
  • Mahasiswa UGM Raih Silver Medal dalam Inovation Exhibition di Malaysia 01 July 2022
    Sekelompok mahasiswa UGM membawa ide/gagasan yang diberi nama “Kiddie Wallet” ke 
    Satria

Info

  • Streaming Studium Generale MKWU Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada
    05 November 2019
  • Streaming Wisuda Diploma dan Sarjana UGM Periode Agustus 2019
    21 August 2019
  • Video Streaming Penutupan PPSMB 2019 Universitas Gadjah Mada
    09 August 2019
  • Streaming Sosialisasi Penelitian Desentralisasi, Kompetitif Nasional, dan Penugasan Tahun 2020
    01 August 2019
  • Streaming wisuda Pascasarjana UGM Periode Juli 2019
    24 July 2019

Agenda

  • 21Jul The International Conference on Sustainable Environment, Agriculture, and Tourism (ICOSEAT)...
  • 07Sep The 8th International Conference on Science and Technology (ICST 2022)...
Universitas Gadjah Mada
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Bulaksumur Yogyakarta 55281
   info@ugm.ac.id
   +62 (274) 6492599
   +62 (274) 565223
   +62 811 2869 988

Kerja Sama

  • Kerja Sama Dalam Negeri
  • Alumni
  • Urusan Internasional

TENTANG UGM

  • Sambutan Rektor
  • Sejarah
  • Visi dan Misi
  • Pimpinan Universitas
  • Manajemen

MENGUNJUNGI UGM

  • Peta Kampus
  • Agenda

PENDAFTARAN

  • Sarjana
  • Pascasarjana
  • Diploma
  • Profesi
  • Internasional

© 2022 Universitas Gadjah Mada

Aturan PenggunaanKontakPanduan Identitas Visual