• Berita
  • Arsip Berita
  • Simaster
  • Webmail
  • Direktori
  • Kabar UGM
  • Suara Bulaksumur
  •  Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Pendidikan
    • Promosi Doktor
    • Pengukuhan Guru Besar
    • Wisuda
  • Prestasi
  • Penelitian dan Inovasi
    • Penelitian
    • PKM
    • Inovasi Teknologi
  • Seputar Kampus
    • Dies Natalis
    • Kerjasama
    • Kegiatan
    • Pengabdian
    • Kabar Fakultas
    • Kuliah Kerja Nyata
  • Liputan
  • Cek Fakta
  • Beranda
  • Liputan/Berita
  • Desa Wisata Sebagai Katup Penyelamat Ekonomi

Desa Wisata Sebagai Katup Penyelamat Ekonomi

  • 13 Februari 2023, 13:36 WIB
  • Oleh: Agung
  • 888
Desa Wisata Sebagai Katup Penyelamat Ekonomi

Pengembangan desa wisata merupakan salah satu bentuk percepatan pembangunan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika hampir semua desa di Indonesia pengin mengembangkan sektor ini.

Dalam pengembangan desa wisata ini diperlukan kesiapan sumber daya manusia agar mereka tidak menjadi penonton di rumah sendiri. Oleh karena itu, tiap daerah dan desa perlu mencermati potensi yang dimiliki untuk diangkat dan dikembangkan agar memberikan nilai tambah serta menghasilkan produktivitas yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Harus diakui upaya pendayagunaan lokal salah satunya dapat dilakukan melalui sektor kepariwisataan. Target utamanya adalah mendorong kesejahteraan warga. Sektor pariwisata sampai dengan hari ini masih dipercaya sebagai katup penyelamat bagi sebagian wilayah Indonesia yang memiliki sumber daya pariwisata," ujar Dr. Destha Titi Raharjana, S.Sos., M.Si, peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM, saat menjadi pembicara Forum 2045 Dialog Kebangsaan Refleksi 25 Tahun Reformasi bertema Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Pengembangan Desa Wisata, Rabu (8/2).

Melihat sebentar kebelakang, kata Destha, maka berbicara soal desa wisata atau pariwisata perdesaan tidak lepas dari isu kondisi kemiskinan masyarakat. Kondisi ini tentunya menjadi salah satu target poin dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata agar derap pembangunan pariwisata di tanah air tidak hanya dirasakan oleh segelintir orang tetapi banyak orang.

Sebagai contoh, bagaimana keberadaan Borobudur tidak hanya dimanfaatkan atau mendapat impak dari BUMN, tetapi bagaimana juga dirasakan oleh desa-desa sekitar Borobudur. Hal sama juga menyangkut keberadaan sirkuit Mandalika.

“Bagaimana dengan desa-desa penyangga Mandalika agar mereka turut merasakan. Seiring kesadaran ini, pemerintah mencoba memfasilitasi dengan berbagai program diantaranya bagaimana upaya pengentasan kemiskinan melalui sektor pariwisata," katanya.

Belajar desa wisata sejak 2008 ketika menjadi Manajemen Konsultan di PNPM Mandiri Pariwisata, dirinya menyampaikan desa-desa wisata di waktu itu mendapat sponsor dari pemerintah. Saat pemerintah berganti dari Presiden SBY ke Presiden Jokowi ada UU Desa yang dinilai bisa menjadi kendaraan untuk bisa dipergunakan menghasilkan profit melalui Badan Usaha Milik Desa.

Berbicara secara tidak langsung soal desa wisata, kata Destha, suka tidak suka mau tidak mau akan ada unsur politik lokal. Oleh karenanya mengurus desa wisata dinilainya lebih sulit dibanding mengurus satu hotel.

“Hotel ada GMnya (General manajer), sementara Desa Wisata kepalanya banyak. Untuk itu segala keinginan harus disesuaikan harus disepakati bersama ada rule of the gamenya. Ada aturan-aturan di situ," terangnya.

Belajar dari sebelum dan pasca covid, Destha menuturkan pergerakan ekonomi justru munculnya dari aktivitas desa wisata. Meskipun di tahun 2020 diakui banyak desa wisata vakum kegiatan.

Meski vakum kegiatan bukan berarti masyarakat tidak bisa makan karena sejatinya wisata yang hadir di desa itu hanya sebagai bonus bukan aktivitas pokok. Hal inilah yang harus diyakinkan bahwa hampir semua desa wisata basisnya adalah agro baik peternakan, pertanian, dan perikanan.

“Jadi, bukan daya tarik buatan. Ini penting dan menjadi satu catatan agar bagaimana masing-masing desa wisata di Indonesia mampu memiliki yang dalam bahasa ekonomi disebut unique selling possioning atau dalam bahasa biologi DNA berupa identitas yang paling penting untuk disadari sejak awal," jelasnya.

Sebagai masyarakat desa yang berdaya, Destha berharap masyarakat desa wisata  mampu merespons secara positif menyiapkan diri dan menyiapkan perubahan perilaku yang ada. Diharapkan masyarakat di desa wisata berperan menjadi tuan rumah yang baik.

Segala aktifitas masyarakat bagi yang baru belajar desa wisata diharapkan selalu mengarah pada pokok sasaran Sapta Pesona. Bagaimana isu-isu strategis yang masih menjadi hambatan bisa untuk sarana mengembangkan dirinya. Karena bagaimanapun desa wisata itu sebenarnya pada intinya menawarkan pengalaman dan bukan sekedar menjual tiket.

Penulis : Agung Nugroho
Foto : Detik.com

Berita Terkait

  • Mahasiswa UGM Dampingi Pengembangan Desa Wisata di Rembang

    Tuesday,30 July 2019 - 12:11
  • Mahasiswa UGM Buat Jingle Promosi Desa Wisata di Wonogiri

    Tuesday,25 August 2020 - 16:02
  • KKN UGM Adakan Pelatihan Desa Wisata di Bandungan

    Thursday,03 February 2022 - 15:20
  • Dongkrak Kunjungan Wisata Dengan Strategi Komunikasi Pemasaran

    Thursday,18 April 2013 - 15:12
  • Pengembangan Desa Wisata untuk Kesejahteraan Masyarakat

    Monday,26 March 2018 - 16:20

Rilis Berita

  • UGM Resmi Lepas Varietas Padi Unggul Gamagora 7 30 March 2023
    Universitas Gadjah Mada resmi melepas varietas padi unggul inbrida G7 dengan nama Gamagora 7 ke p
    Gusti
  • Tim Calon Pemborong Juara 3 National Tender Competition The 20th CENS Universitas Indonesia 2022 29 March 2023
    Tim Calon Pemborong yang digawangi tiga mahasiswa UGM berhasil meraih juara 3 National Tender Com
    Agung
  • Pengamat Sosial UGM: Validasi DTKS Perlu Dilakukan Agar Penyaluran Bansos Tepat Sasaran 29 March 2023
    Pemerintah akan menyalurkan sejumlah bantuan sosial (bansos) bagi warga kurang mampu di bulan ram
    Ika
  • UGM Bangun Kolaborasi Riset Internasional 29 March 2023
    Beberapa perguruan tinggi di Indonesia seperti UGM, UI, ITB, IPB, ITS dan Universitas Airlangga t
    Gusti
  • Pengamat UGM: Penting, Energi Murah dan Topang Ekonomi Berkelanjutan 29 March 2023
    Dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Presiden Joko Wid
    Agung

Agenda

  • 02Jul Dies Natalis MM UGM...
Universitas Gadjah Mada
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Bulaksumur Yogyakarta 55281
   info@ugm.ac.id
   +62 (274) 6492599
   +62 (274) 565223
   +62 811 2869 988

Kerja Sama

  • Kerja Sama Dalam Negeri
  • Alumni
  • Urusan Internasional

TENTANG UGM

  • Sambutan Rektor
  • Sejarah
  • Visi dan Misi
  • Pimpinan Universitas
  • Manajemen

MENGUNJUNGI UGM

  • Peta Kampus
  • Agenda

PENDAFTARAN

  • Sarjana
  • Pascasarjana
  • Diploma
  • Profesi
  • Internasional

© 2023 Universitas Gadjah Mada

Aturan PenggunaanKontakPanduan Identitas Visual