• Berita
  • Arsip Berita
  • Simaster
  • Webmail
  • Direktori
  • Kabar UGM
  • Suara Bulaksumur
  •  Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Pendidikan
    • Promosi Doktor
    • Pengukuhan Guru Besar
    • Wisuda
  • Prestasi
  • Penelitian dan Inovasi
    • Penelitian
    • PKM
    • Inovasi Teknologi
  • Seputar Kampus
    • Dies Natalis
    • Kerjasama
    • Kegiatan
    • Pengabdian
    • Kabar Fakultas
    • Kuliah Kerja Nyata
  • Liputan
  • Cek Fakta
  • Beranda
  • Liputan/Berita
  • Dana Aspirasi Tidak Relevan dengan Fungsi DPR

Dana Aspirasi Tidak Relevan dengan Fungsi DPR

  • 09 Juni 2010, 09:54 WIB
  • Oleh: Humas UGM
  • 4498

YOGYAKARTA (KU) Dana aspirasi sebesar 15 miliar rupiah per anggota DPR seperti yang sempat diwacanakan oleh Partai Golkar dinilai tidak relevan/sesuai dengan fungsi dan peran DPR. Fungsi DPR yang dimaksud ialah sebagai fungsi pengawasan, anggaran, dan legislasi.

Pengamat politik dari Fisipol UGM, A.A.G.N. Ari Dwipayana, M.Si., menilai dana aspirasi nantinya justru akan merusak fungsi/peran DPR menjadi layaknya eksekutif sebagai penyalur anggaran/dana kepada masyarakat. “Dana aspirasi seperti yang diusulkan itu bertentangan dengan fungsi dan peran yang dimiliki DPR, yaitu legislasi, penganggaran, serta pengawasan," terang Ari di Fisipol UGM, Rabu (9/6/2010).

Ari menambahkan penyaluran dana aspirasi seperti yang diwacanakan tersebut kental dengan nuansa politis. Karena kental dengan nuansa politis, dalam penyalurannya akan terfokus pada konstituen saja dan bukan kepada masyarakat secara umum sehingga lebih bersifat transaksional. “Kalau lewat DPR dan disalurkan ke daerah pemilihan masing-masing tentu hubungannya akan bersifat transaksional kepada konstituen, bukan masyarakat. Apalagi nuansanya kan kuat logika politiknya,” ujar Ari.

Ditambahkan pula bahwa penyaluran dana aspirasi juga akan menimbulkan ketimpangan antar daerah, khususnya antara Jawa dengan luar Jawa. Dana aspirasi diprediksi akan lebih banyak tersalur di Pulau Jawa karena banyak anggota DPR yang berasal dari pulau ini, sedangkan untuk luar Jawa akan lebih sedikit. “Dana aspirasi nantinya akan timpang dan banyak terserap di Pulau Jawa dibanding luar Jawa dengan melihat perwakilan DPR yang berbasis jumlah penduduk,” tutur Ari.

Di sisi lain, dari segi proses pengintegrasian pun dipandang tidak serta merta akan dapat mensinergiskan sumber daya terbatas yang dimiliki. Hampir semua instansi/departemen saat ini memiliki pos anggaran/dana sendiri-sendiri. Namun, akhirnya hanya disalurkan kepada satu sektor yang sama sehingga tidak akan efektif dan efisien. “Harusnya bisa mensinergikan sumber daya yang dimiliki serta tidak tumpang tindih. Takutnya ini semua punya anggaran, tapi ujung-ujungnya disalurkan ke sektor yang sama sehingga pemborosan,” kata Ari.

Seperti diketahui, pengusul pertama dana aspirasi sebesar 15 miliar rupiah per anggota DPR, adalah Fraksi Partai Golkar. Menurut mereka, dana aspirasi 15 miliar rupiah per daerah pemilihan tersebut tidak dibagikan dalam bentuk uang, tetapi program. Pemberian dana aspirasi tersebut bertujuan agar pemerataan pembangunan tercapai. Namun, usulan itu mendapat penolakan dari sejumlah fraksi di DPR. (Humas UGM/Satria)

Berita Terkait

  • Pakar UGM: Rumah Aspirasi DPR Tidak Akan Efektif

    Tuesday,03 August 2010 - 19:07
  • Mahasiswa Belum ‘Melek’ Legislatif

    Monday,20 May 2013 - 8:12
  • Forum Aspirasi Mendapat Animo dari Masyarakat Universitas

    Monday,13 March 2017 - 16:01
  • Perkuat Fungsi Legislasi, Badan Keahlian DPR RI Gandeng FH UGM

    Wednesday,22 March 2017 - 13:05
  • Enam Bakal Calon Rektor UGM Mengikuti Debat Aspirasi

    Tuesday,26 April 2022 - 14:40

Rilis Berita

  • Penulis UGM Raih Gelar Penulis Terproduktif Kedua Versi The Conversation 25 March 2023
    Penulis The Conversation Universitas Gadjah Mada berhasil mendapatkan predikat penulis
    Satria
  • Mengenali Dampak Penggunaan Obat Pada Kulit 24 March 2023
    Meningkatnya penggunaan obat-obatan, baik karena pengobatan sendiri (self-medication), polifarmas
    Ika
  • Tim Magister Kenotariatan FH UGM Juara 2 PNF 2023 24 March 2023
    Tim Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada memperoleh juara 2 pada Padjadja
    Agung
  • Fenomena Cuaca Ekstrem di Indonesia Cenderung Meningkat 24 March 2023
    Dosen Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan, Fakultas Geografi UGM, Dr. Andung Bayu S
    Gusti
  • Karate UGM Juara Umum 3 SEMAR CUP XII 24 March 2023
    Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate INKAI UGM berhasil menyabet gelar Juara Umum 3 dalam Interna
    Ika

Agenda

  • 02Jul Dies Natalis MM UGM...
Universitas Gadjah Mada
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Bulaksumur Yogyakarta 55281
   info@ugm.ac.id
   +62 (274) 6492599
   +62 (274) 565223
   +62 811 2869 988

Kerja Sama

  • Kerja Sama Dalam Negeri
  • Alumni
  • Urusan Internasional

TENTANG UGM

  • Sambutan Rektor
  • Sejarah
  • Visi dan Misi
  • Pimpinan Universitas
  • Manajemen

MENGUNJUNGI UGM

  • Peta Kampus
  • Agenda

PENDAFTARAN

  • Sarjana
  • Pascasarjana
  • Diploma
  • Profesi
  • Internasional

© 2023 Universitas Gadjah Mada

Aturan PenggunaanKontakPanduan Identitas Visual