• Berita
  • Arsip Berita
  • Simaster
  • Webmail
  • Direktori
  • Kabar UGM
  • Suara Bulaksumur
  •  Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
  • Pendidikan
    • Promosi Doktor
    • Pengukuhan Guru Besar
    • Wisuda
  • Prestasi
  • Penelitian dan Inovasi
    • Penelitian
    • PKM
    • Inovasi Teknologi
  • Seputar Kampus
    • Dies Natalis
    • Kerjasama
    • Kegiatan
    • Pengabdian
    • Kabar Fakultas
    • Kuliah Kerja Nyata
  • Liputan
  • Cek Fakta
  • Beranda
  • Liputan/Berita
  • La Nina Picu Lahar Dingin

La Nina Picu Lahar Dingin

  • 30 Januari 2011, 14:06 WIB
  • Oleh: Agung
  • 5847

Banjir lahar dingin yang melanda banyak sungai di DIY dan Magelang, Jawa Tengah, mengakibatkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Bahkan, akibat terjangan banjir yang meluap hingga ke ruas jalan Magelang-Jogja menjadikan banyak moda angkutan terpaksa melewati jalur alternatif. "Tidak sedikit para pengusaha angkutan mengeluh karena jarak tempuh yang semakin jauh dan penumpang pun mengalami penurunan yang sangat drastis," kata M. Pramono Hadi di Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM, Kamis (27/1).

Dalam makalah "Metode Penentuan Risiko Bencana terhadap Sistem Transportasi, Kasus Lereng Gunungapi Merapi Pasca Erupsi 2010", Pramono Hadi mengatakan kerugian tidak hanya mencapai miliaran rupiah secara ekonomi, tetapi juga fisik, sosial, budaya, dan lain-lain. Oleh karena itu, metode penentuan risiko bencana terhadap sistem transportasi menjadi sangat penting.

Akibat erupsi Merapi November 2010, lanjut Pramono, telah dimuntahkan lebih dari 120 juta meter3 piroklastik bertengger di lereng sehingga cukup wajar jika terjangan lahar dingin kali ini sangat besar. Fenomena La-Nina juga menjadi faktor penyebab. "Tingginya curah hujan yang terus meningkat di wilayah ini diperkirakan berlangsung hingga pertengahan tahun 2011. Banjir lahar ini merupakan bahaya sekunder erupsi. Untuk itu, sangat mungkin bila sungai-sungai di lereng Merapi berpeluang sebagai media membawa sedimen ke hilir," ujar Pramono Hadi.

Saat menjadi narasumber dalam diskusi bulanan di Pustral UGM, Pramono menuturkan besarnya luapan sedimen membuat jalur utama Magelang-Jogja diberlakukan kebijakan buka tutup. Tercatat setidaknya sepuluh kali kebijakan buka tutup diberlakukan. "Andai saja kondisi tidak lagi memungkinkan, mungkin suatu ketika akan diberlakukan penutupan jalan secara permanen dalam waktu yang lama mengingat perlu membuat dan memperbaiki saluran sungai-sungai di daerah tersebut," katanya.

Dijelaskan Pramono bahwa karakteristik gunung untuk stabilitas ideal kelancipannya adalah sebesar 30%. Jika kemudian lancip gunung ini mencapai 45%, menjadikan beberapa material melorot. Sementara itu, sabo-sabo yang dibangun dalam batas-batas tertentu tidak dapat menahan besarnya material lahar dingin. "Dengan curah hujan yang terus menerus, wajar bila beberapa sungai mengalami pendangkalan sehingga penampang yang mestinya bisa mengalirkan semakin berkurang. Hal ini tentu meningkatkan risiko yang mungkin timbul," jelasnya. (Humas UGM/ Agung)

Berita Terkait

  • Peneliti UGM dan Kyoto University Pantau Aliran Lahar Dingin di Kali Opak dan Gendol

    Saturday,12 March 2011 - 18:29
  • Masuki Musim Hujan, Banjir Lahar Dingin Merapi Masih Mengancam

    Thursday,29 September 2011 - 10:35
  • Candi Prambanan Terancam Banjir Lahar Dingin

    Monday,07 February 2011 - 13:09
  • Banjir Lahar Dingin Masih Ancam Warga di Selatan dan Tenggara Merapi

    Friday,17 October 2014 - 16:18
  • Sabo Dam Dipenuhi Material Vulkanik, Sungai-sungai di Magelang Rawan Banjir Lahar Dingin

    Monday,13 December 2010 - 12:05

Rilis Berita

  • Penulis UGM Raih Gelar Penulis Terproduktif Kedua Versi The Conversation 25 March 2023
    Penulis The Conversation Universitas Gadjah Mada berhasil mendapatkan predikat penulis
    Satria
  • Mengenali Dampak Penggunaan Obat Pada Kulit 24 March 2023
    Meningkatnya penggunaan obat-obatan, baik karena pengobatan sendiri (self-medication), polifarmas
    Ika
  • Tim Magister Kenotariatan FH UGM Juara 2 PNF 2023 24 March 2023
    Tim Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada memperoleh juara 2 pada Padjadja
    Agung
  • Fenomena Cuaca Ekstrem di Indonesia Cenderung Meningkat 24 March 2023
    Dosen Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan, Fakultas Geografi UGM, Dr. Andung Bayu S
    Gusti
  • Karate UGM Juara Umum 3 SEMAR CUP XII 24 March 2023
    Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate INKAI UGM berhasil menyabet gelar Juara Umum 3 dalam Interna
    Ika

Agenda

  • 02Jul Dies Natalis MM UGM...
Universitas Gadjah Mada
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Bulaksumur Yogyakarta 55281
   info@ugm.ac.id
   +62 (274) 6492599
   +62 (274) 565223
   +62 811 2869 988

Kerja Sama

  • Kerja Sama Dalam Negeri
  • Alumni
  • Urusan Internasional

TENTANG UGM

  • Sambutan Rektor
  • Sejarah
  • Visi dan Misi
  • Pimpinan Universitas
  • Manajemen

MENGUNJUNGI UGM

  • Peta Kampus
  • Agenda

PENDAFTARAN

  • Sarjana
  • Pascasarjana
  • Diploma
  • Profesi
  • Internasional

© 2023 Universitas Gadjah Mada

Aturan PenggunaanKontakPanduan Identitas Visual