Universitas Gadjah Mada mengirimkan 43 tim untuk berkompetisi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39. Ajang tahunan ini resmi dibuka di Auditorium Prof. Soedarto, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Selasa (3/11) silam. Pembukaan PIMNAS ke-39 menjadi awal rangkaian kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut.
PIMNAS ke-39 kali ini diikuti oleh 420 tim dari 100 perguruan tinggi di Indonesia. Untuk menilai karya dan inovasi peserta, penyelenggara melibatkan 62 juri nasional dari berbagai bidang keilmuan. Para peserta akan mempresentasikan hasil pengembangan gagasan dan penelitian yang telah melalui proses pendampingan di perguruan tinggi masing-masing. Beragam karya yang dibawa mencerminkan kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Kontingen UGM mengikuti kompetisi melalui sejumlah skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), meliputi PKM-K, PKM-KC, PKM-KI, PKM-PI, PKM-PM, PKM-RE, PKM-RSH, PKM-VGK, dan PKM-GFT. Setiap tim membawa gagasan dan hasil pengembangan karya sesuai bidang serta skema yang diikuti. Topik yang diangkat mencakup beragam bidang, mulai dari kesehatan, lingkungan, teknologi, sosial, hingga pangan. Keikutsertaan dalam berbagai skema tersebut menunjukkan keragaman minat dan pendekatan mahasiswa UGM dalam menghasilkan inovasi.

Dalam sambutannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU., menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Ia berharap PIMNAS dapat menjadi ruang tumbuh bagi calon peneliti dan wirausahawan yang mampu menghasilkan inovasi serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. “Mahasiswa adalah calon pemimpin Indonesia masa depan. Semoga di antara kalian nanti lahir peneliti-peneliti hebat yang mampu meraih Nobel tingkat internasional, sekaligus pengusaha yang menghasilkan inovasi dan perusahaan rintisan berbasis teknologi,” ujarnya.
Selain mendorong lahirnya inovasi, Samsuri mengingatkan peserta untuk menjaga integritas akademik selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, setiap karya ilmiah harus disusun berdasarkan data dan proses penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Kejujuran dalam menyajikan hasil penelitian menjadi prinsip penting yang harus dijaga oleh setiap peserta. Ia menegaskan, “Junjung tinggi integritas akademik dalam menghasilkan karya ilmiah. Setiap penelitian harus didasarkan pada kebenaran data ilmiah, bukan data yang dibuat-buat atau direkayasa agar sesuai dengan hipotesis.”
Ketua Panitia PIMNAS ke-39, Prof. Dr. rer. nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., memandang PIMNAS sebagai ruang apresiasi atas kreativitas, ketekunan, dan semangat ilmiah mahasiswa. Proses panjang yang dilalui peserta, mulai dari merumuskan gagasan hingga mempertanggungjawabkan hasil karya, menjadi bagian penting dari pengalaman akademik. Ia mengingatkan bahwa capaian dalam kompetisi perlu disertai kejujuran dan sportivitas. “PIMNAS bukan sekadar ajang untuk memperebutkan medali atau menentukan siapa yang terbaik. PIMNAS adalah perayaan kreativitas, ketekunan, dan semangat ilmiah yang luar biasa. Kemenangan adalah kebanggaan, tetapi kejujuran, sportivitas, dan integritas akademik merupakan kehormatan,” tuturnya.
Selama pelaksanaan PIMNAS, setiap tim akan mengikuti penilaian melalui presentasi dan pameran karya sesuai ketentuan masing-masing skema. Peserta berkesempatan menjelaskan proses pengembangan gagasan, metode yang digunakan, serta hasil yang telah dicapai kepada dewan juri. Tahapan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan komunikasi ilmiah sekaligus mempertanggungjawabkan hasil kerja tim. Interaksi dengan peserta dari perguruan tinggi lain juga membuka peluang pertukaran gagasan dan pengalaman.
Dihubungsi secara terpisah, Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan meloloskan 43 tim ke PIMNAS merupakan hasil yang membanggakan bagi mahasiswa dan dosen pendamping maupun pembina. Capaian tersebut juga sejalan dengan keberhasilan UGM memperoleh pendanaan bagi 56 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada tahap sebelumnya. Ia berharap jumlah tim yang lolos ke PIMNAS tahun ini dapat menjadi modal untuk kembali meraih prestasi tertinggi dalam kompetisi tersebut. “Setelah dua tahun kemarin kita hanya menjadi runner-up, tentunya dengan 43 tim ini menjadi modal yang kuat dan tekad yang kuat untuk mudah-mudahan UGM meraih juara umum dan Piala Adikarta Kertawidya bisa kembali ke UGM,” tuturnya.

Hempri memgaku pihaknya melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek yang dinilai berpengaruh terhadap performa mahasiswa dalam kompetisi PIMNAS kali ini. Evaluasi tersebut mencakup teknik presentasi, kesiapan individu, serta kekompakan tim. Berbagai aspek tersebut menjadi perhatian untuk meningkatkan kesiapan 43 tim yang terdiri atas 207 mahasiswa. Hempri berharap hasil evaluasi dan perbaikan yang telah dilakukan dapat mendukung mahasiswa memberikan performa optimal di PIMNAS ke-39. Keikutsertaan 43 tim UGM dalam PIMNAS ke-39 diharapkan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji kualitas karya sekaligus memperluas jejaring akademik. Pengalaman selama kompetisi diharapkan dapat mendorong pengembangan riset dan inovasi yang berkelanjutan. Karya yang dihasilkan mahasiswa juga diharapkan dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui ajang ini, UGM mendorong penguatan budaya riset, kreativitas, dan prestasi mahasiswa di tingkat nasional.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Dok. PKM UGM
