Universitas Gadjah Mada menerima 14 penghargaan pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI di Graha Diktisaintek, Jakarta (19/12). Salah satu apresiasi yang diterima UGM adalah penghargaan silver winner dalam bidang kerja sama dengan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat.
Penghargaan ini mencerminkan pentingnya membangun sinergi yang inklusif dan berorientasi pada dampak nyata. Lebih dari sekadar pencapaian, hal ini menjadi pengingat bahwa kerja sama yang dijalin secara berkelanjutan dapat membuka jalan untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam memperkuat kemitraan lintas sektor dan lintas disiplin sebagai bagian dari komitmen global. “Kita bersyukur UGM mendapat penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap tata kelola kerja sama yang selalu kita perbaiki,” kata Direktur Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional UGM, Prof. Puji Astuti, Senin (5/1).
Lebih dari sekadar daftar penghargaan, pencapaian ini bagi Puji menjadi momen reflektif bagi untuk terus memperkuat ekosistem kolaborasi. Setiap bentuk kerja sama yang dijalin bukan hanya angka capaian administratif, tetapi bagian dari upaya kolektif untuk memberi dampak yang lebih luas kepada masyarakat, bangsa, dan dunia. “Kita ingin kerja sama yang sudah terjalin bisa membawa dampak yang lebih baik untuk pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara kita, dan bagaimana kualitas pendidikan di UGM itu mendapatkan support sesuai dengan kepentingan yang ada di masyarakat,” jelas Puji.
UGM meyakini bahwa keberhasilan hari ini adalah hasil kerja sama yang telah terbangun, dan langkah ke depan akan jauh lebih bermakna jika ditempuh bersama. Semangat kolaborasi ini diharapkan terus terjaga dan tumbuh, melibatkan lebih banyak pihak, menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, serta menjawab lebih banyak tantangan pembangunan ke depan. “Dengan kerja sama yang semakin kuat, UGM bersama para mitra berharap dapat terus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.
Seperti diketahui, dalam laporan Rektor tahun 2025 disebutkan bahwa kerja sama dalam negeri yang dilakukan UGM berhasil menghimpun pendanaan creative funding sebesar Rp 848 miliar dalam bentuk joint research dengan pemerintah, industri dan mitra universitas. Sedangkan dalam bentuk kerja sama akademik dengan mitra serta dan pengabdian kepada masyarakat bersama lembaga swadaya masyarakat, pemerintah dan masyarakat.
Penulis : Salwa
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
