Di tengah upaya pemerintah mendirikan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam rangka menggerakkan ekonomi desa, mengatasi rentenir dan menstabilkan harga komoditas, Koperasi Serba Usaha Dosen Universitas Gadjah Mada (Kosudgama) Daya Gemilang telah melakukan agenda tutup buku tahun 2025 dengan menggelar Rapat Anggota Tahunan ke-44 yang diselenggarakan di Grha Sabha Pramana UGM dihadiri kurang lebih 1.110 anggota serta segenap mitra, Sabtu, (28/3).
Kosudgama di usia yang ke-44 ini telah mengukir berbagai kemajuan, pencapaian, jaringan, serta hasil kerja yang luas. Di tahun 2025 koperasi ini telah melaksanakan beberapa program unggulan. Seperti halnya pembangunan kantor dan kegiatan usaha, pembangunan gedung Plaza Kosudgama, perluasan unit usaha koperasi, serta pembangunan empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur MBG. “Kami juga mulai merintis usaha lain, ke depan ada tawaran membeli rumah sakit walaupun baru tahap negosiasi,” sebut Ketua Pengurus Kosudgama, Dr. Noorhadi Rahardjo, M.Si., P.M., dalam sambutannya.
Sekretaris Universitas (SU) UGM, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., menyampaikan apresiasi atas Kosudgama yang hingga kini memiliki sekitar 8.855 anggota, dengan kurang lebih 1.700 di antaranya berasal dari UGM. Meski tidak lagi menjadi mayoritas, ia menegaskan bahwa kontribusi Kosudgama terhadap sivitas akademika masih sangat besar dan perlu terus diperkuat melalui peningkatan kerja sama.
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap tantangan ekonomi dan usaha saat ini, tanpa melupakan prinsip utama koperasi, yakni kesejahteraan anggota. Berbagai upaya yang telah dilakukan, mulai dari dukungan layanan kebutuhan dasar hingga fasilitas kesehatan dan kerja sama transportasi, dinilai sebagai langkah positif yang perlu dikembangkan. “Selamat dan mudah-mudahan melalui rapat ini dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik untuk pengembangan kesejahteraan ke depan,” harapnya.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi RI, Destry Anna Sari, menyampaikan sejumlah pesan dari Menteri Koperasi yang menyebutkan sebagai koperasi yang tumbuh di lingkungan perguruan tinggi, Kosudgama dinilai memiliki posisi strategis, tidak hanya sebagai entitas ekonomi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan inovasi berbasis nilai kebersamaan. Koperasi, menurutnya, hanya akan maju jika anggotanya terlibat aktif yang tidak sekadar terdaftar, tetapi juga berkontribusi melalui transaksi, masukan, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan.
Lebih lanjut, Destry menyoroti pentingnya inovasi unit usaha, termasuk potensi pengembangan layanan asuransi yang dapat memberikan perlindungan sekaligus manfaat ekonomi bagi anggota. Ia menyambut baik rencana pendirian pusat pelatihan dan peningkatan kapasitas koperasi yang diharapkan dapat menjadi agent of change. “Kami menyambut baik karena ada 80 ribu koperasi desa kelurahan Merah Putih yang perlu mendapatkan contoh mengelola koperasi sesuai kebutuhan anggotanya dengan baik,” sebutnya.
Melengkapi laporan perkembangannya, Kosudgama mencatatkan peningkatan omzet sebesar 13,5 persen pada tahun buku 2025. Laporan audit disampaikan oleh Dr. Moh. Mahsun, menjelaskan bahwa kinerja keuangan Kosudgama pada tahun 2025 menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dari sisi pendapatan yang meningkat dari Rp17,5 miliar pada 2024 menjadi Rp19,9 miliar pada 2025.
Mahsun menyebutkan aset Kosudgama juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari Rp293 miliar pada 2024 menjadi Rp312 miliar pada 2025. Kenaikan ini sebagian besar berasal dari penyaluran pembiayaan kepada anggota, yang menunjukkan semakin besarnya peran koperasi dalam mendukung kebutuhan ekonomi anggotanya. Ia juga mencatat adanya strategi pengelolaan aset yang lebih produktif, seperti pergeseran dari penempatan deposito yang berdampak pada peningkatan piutang kepada anggota. “Setelah memeriksa, mengklarifikasi, melakukan validasi, kami mengatakan bahwa laporan keuangan Kosudgama tahun buku 2025 adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” simpulnya.
Penulis/Foto : Hanifah
Editor : Gusti Grehenson
