Fakultas Kedokteran Gigi menggelar puncak Dies Natalis ke-78 dengan mengusung tema Memberdayakan Sosiopreneur di Bidang Kedokteran Gigi: Pendidikan dan Teknologi untuk Transformasi Kesehatan Mulut di Auditorium Lantai 3, Gedung Margono Soeradji FKG UGM, Kamis (5/3). Pada peringatan dies kali ini, Fakultas Kedokteran Gigi UGM terus berkomitmen dalam menjaga serta meningkatkan keunggulan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hadir dalam Rapat Terbuka Senat, Rektor UGM Prof. Ova Emilia memberikan apresiasi terhadap tema dies FKG kali ini yang secara khusus berfokus pada upaya mewujudkan pemberdayaan wirausahawan sosial di bidang kedokteran gigi melalui penguatan pendidikan dan adaptasi teknologi guna mewujudkan transformasi kesehatan gigi dan mulut. “Kita tidak bisa memungkiri bahwa perkembangan teknologi berdampak besar dalam proses pendidikan dan pelayanan kesehatan, dan salah satunya di bidang kedokteran gigi dan mulut,” ujarnya.
Rektor mengungkapkan terjadinya pergeseran pelayanan kedokteran gigi tidak lagi hanya terkait perubahan pola penggunaan alat namun juga terjadinya perubahan pengalaman pasien yang saat ini bisa mencari berbagai informasi kesehatan secara digital, dan perkembangan teknologi pelayanan kedokteran gigi dan mulut sudah seharusnya bisa diakses oleh seluruh masyarakat. Disinilah, katanya, arti penting peran Dental Sociopreneurs yang diharapkan mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kemajuan teknologi, dan Dental Sociopreneurs tentu bisa meniadi bagian dari paradigma baru pelayanan kedokteran Gigi di Indonesia yang komprehensif dengan mengutamakan aspek preventif, berbasis teknologi, serta menggunakan pendekatan holistik, inovatif, serta berpusat pada pasien. “Fakultas Kedokteran Gigi dalam hal ini berperan strategis sebagai ‘laboratorium’ pembelajaran untuk meninakatkan kualitas kompetensi SDM yang bisa dilakukan melalui transformasi kurikulum, penguatan program pengabdian masyarakat, peningkatan kualitas riset dan inovasi membangun jejaring sekaligus berbasis teknologi,” terangnya.

Dekan FKG UGM, Prof. drg. Suryono, Ph.D., S.H menyatakan Dies Natalis ke-78 FKG UGM di tahun 2026 menjadi penutup dari lima tahun masa jabatan pimpinan fakultas yang ditandai dengan berbagai capaian strategis hasil kerja berkelanjutan dengan berbagai kerja kolaboratif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika serta tantangan yang terus berkembang. “Selama lima tahun terakhir, Fakultas Kedokteran Gigi UGM terus berupaya melakukan penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan jejaring kerja sama,” paparnya.
Berbagai capaian kinerja yang berhasil diraih, disebutnya, merupakan hasil sinergi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan visi fakultas sebagai institusi pendidikan kedokteran gigi yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Ia mengakui tanpa kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan, capaian Target Capaian Kinerja (TCK) yang tertuang dalam program kerja fakultas tidak akan dapat terwujud. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, mitra, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan aktif dan memberikan dukungan sepanjang tahun 2025 dan selama lima tahun masa jabatan ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, iapun menyampaikan berbagai laporan perkembangan dan kemajuan dalam bidang terkait pendidikan berkualitas, inkusif, dan berkelanjutan dan ekosistem riset serta inovasi yang berdampak pada jejaring, pengabdian, dan dampak sosial. Disampaikan pula soal kampus yang kondusif, produktif, sehat, dan inklusif yang berdampak pada sumber daya manusia yang mampu menumbuhkan kapasitas, menjaga keberlanjutan jejak kepemimpinan dan keberlanjutan institusi.
Beberapa hal yang yang ia sampaikan terkait arah strategis pendidikan dan rekognisi global, diantaranya agenda penguatan reputasi menuju QS WUR by Subject Dentistry. Bahwa di tahun 2025 menjadi momentum akselerasi strategis FKG UGM dalam memperkuat pendidikan bermutu dan bereputasi global. Target Top 100 QS Dentistry ditegaskan melalui tata kelola akuntabel, riset produktif, dan kontribusi profesional, didukung Outcome-Based Education, integrasi digital dentistry, serta pengembangan kompetensi global mahasiswa.
Sementara rekognisi FKG UGM di Komunitas Akademik dan Profesional Nasional serta Internasional tercermin dari 285 kerja sama pada 2025 dengan kemitraan internasional yang terus meningkat, dari 4 di tahun 2022 menjadi 9 di tahun 2025 bersama universitas bereputasi dan WHO. Mobilitas akademik pun berkembang melalui partisipasi 22 mahasiswa dalam program student exchange 2021–2025 serta keterlibatan adjunct professor global. “Internasionalisasi dan Student Mobility Program student mobility menjadi instrumen strategis untuk memperluas cakrawala akademik. Melalui mekanisme inbound dan outbound, kita menciptakan ekosistem pembelajaran dua arah yang inklusif bagi seluruh sivitas akademika, tanpa membatasi peluang hanya pada program sarjana, melainkan juga membuka pintu seluas-luasnya bagi program pascasarjana,” imbuhnya.
Penulis : Agung Nugroho
Foto : Donnie
