Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) merayakan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-16 dengan menggelar Rapat Senat Terbuka dengan tema “Konstitusi untuk Rakyat: Mengurai Ketidakadilan Struktural dan Mewujudkan Keadilan Agraria”, di Auditorium Gedung Fakultas Hukum UGM, Jum’at (13/2). Disamping penyampaian laporan tahunan oleh Dekan Fakultas Hukum, Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D, rapat senat diisi pula penyampaian orasi ilmiah oleh Prof. Ward Berenschot, Guru Besar University of Amsterdam & KITLV Leiden.
Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyampaikan ucapan selamat Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-16 untuk Fakultas Hukum UGM yang tahun ini mengusung tema mengenai “Konstitusi untuk Rakyat: Mengurai Ketidakadilan Struktural dan Mewujudkan Keadilan Agraria”. Menurutnya, di usia ke 80 tahun FH UGM membawa misi pengembangan ekosistem keilmuan dengan melakukan berbagai kajian akademis terkait permasalahan agraria. “UGM tentu mendorong berbagai program riset unggulan ataupun riset trans dan interdisiplin berdampak yang dikembangkan sivitas Fakultas Hukum untuk menyelesaikan permasalahan bangsa. Fakultas Hukum UGM yang memberikan perhatian secara khusus pada terwujudnya keadilan agraria ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rektor mengucapkan selamat kepada Fakultas Hukum yang pada awal tahun 2026 ini berhasil meraih prestasi di tingkat internasional melalui capaian dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) by Subject 2026, dengan menempati peringkat 1 nasional serta berada pada peringkat 201–250 dunia untuk bidang hukum. “Akhir kata, semoga melalui peringatan Dies Natalis ini kita senantiasa bisa memperbarui semangat untuk terus berkarya di bidang tridarma terutama untuk terus berkontribusi mewujudkan kesejahteraan dan keadilan pembangunan bangsa,” terangnya.
Dekan Fakultas Hukum UGM Dr. Dahliana Hasan menyatakan Seluruh kemajuan yang telah dicapai Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada hingga saat ini merupakan akumulasi dari perjuangan dan kerja keras dari seluruh pihak dan kepemimpinan fakultas secara berkelanjutan, serta dari para pendahulu yang telah mewariskan dasar yang kuat bagi kemajuan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Pada kesempatan ini, iapun menyampaikan laporan capaian Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada di tahun 2025 dan rencana pengembangan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada di tahun depan.
Selain menyampaikan laporan bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dekan menyampaikan pula berbagai kemajuan bidanf Kerja Sama dan Alumni, Keuangan, Infrastruktur dan fasilitas, Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Publikasi, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Teknologi dan Sistem Informasi. Dekan menyebut Fakultas Hukum UGM secara konsisten mempertahankan kualitas akademiknya melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Hal tersebut tercermin dalam capaian peringkat nasional dan global pada tahun 2025, dan berdasarkan QS World University Rankings (WUR) by Subject 2025, Fakultas Hukum UGM berhasil mempertahankan posisinya di peringkat ketiga secara nasional dan berada pada rentang peringkat 201–250 dunia.
Selain itu, Fakultas Hukum UGM juga kembali menorehkan prestasi melalui pemeringkatan Times Higher Education (THE) by Subject dengan menempati peringkat 201-250 dunia serta mempertahankan peringkat pertama secara nasional. “Capaian ini menunjukkan konsistensi Fakultas Hukum UGM dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.
Sebanyak 214 bentuk kerja sama telah dilakukan Fakultas Hukum UGM sepanjang Tahun 2025. Diakui semua kerja sama tersebut tidak lepas dari peran serta mitra kerja sama yang pada Tahun 2025. “Tercatat berjumlah 97 mitra kerja sama aktif, baik mitra dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, sebanyak 117 kegiatan kerja sama telah diselenggarakan oleh Departemen, Pusat Kajian, dan LO/LSO,” ucapnya.
Di sepanjang tahun 2025 juga telah dilakukan kerja sama di tingkat internasional. Berbagai kerja sama tersebut dilakukan melalui penandatanganan MoU dengan beberapa mitra internasional, antara lain Fakultas Hukum UGM dengan Durham Law School, University of Durham, Hong Kong Association for International Communication of Higher Education Limited, dan Maastricht University. Selain itu mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada juga kembali menunjukkan capaian prestasi yang membanggakan di sepanjang tahun 2025. Prestasi tersebut diraih melalui berbagai ajang kompetisi di tingkat regional, nasional, maupun internasional. “Tercatat kita berhasil meraih 123 prestasi dari 129 kompetisi tingkat nasional, dan 23 medali dari 26 even di tingkat internasional. Capaian tentu mencerminkan keberlanjutan peningkatan kualitas dan daya saing mahasiswa dibandingkan tahun sebelumnya, yang didukung oleh peran aktif seluruh sivitas akademika serta upaya berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi dan keterampilan mahasiswa,” paparnya.
Sementara itu, Ward Berenschot dalam orasinya mengungkapkan kemerdekaan Indonesia tidak secara fundamental membongkar arsitektur hukum di Indonesia. Terlepas adanya reformasi hukum dan dekolonisasi, termasuk adopsi baru KUHP, namun sistem hukum Indonesia dinilainya tetap masih dipengaruhi oleh virus kolonial. “Sedikit perubahan telah ada, saya hukum terus saja terkesan tetap memfasilitasi pengambilan sumber daya dan akumulasi oleh elit dengan mengorbankan rakyat Indonesia biasa,” paparnya.
Dalam puncak Dies ke 80 Fakultas Hukum UGM juga diberikan UGM Law School Award kepada tiga insan terpilih. Mereka yang mendapat penghargaan ini adalah Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M kategori tokoh alumni kontributif, Aat Rahmawati, S.P kategori tokoh pelopor berkelanjutan, dan Vincen Kwipalo kategori tokoh pejuang keadilan di Papua.
Penulis : Agung Nugroho
Foto : Firsto
