Memperluas kolaborasi internasional di kawasan Asia Tenggara, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan ke Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL), Timor Leste, Kamis (12/2). Kunjungan tersebut membahas rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam kolaborasi kurikulum akademik, khususnya pada program studi Sejarah, kolaborasi riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), kerjasama publikasi dan penelitian, serta aktualisasi seni dan budaya melalui penelitian Pusat Seni dan Budaya yang melibatkan mahasiswa dari berbagai daerah.
Ketua Program Studi Ilmu Sejarah, FIB UGM, Dr. Mutiah Amini mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara kedua institusi. Menurutnya, sebagai institusi pendidikan tinggi negeri di Timor Leste, UNTL dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia di negara tersebut. Oleh karena itu, kolaborasi dengan UGM ini diharapkan dapat memperkuat kualitas kelembagaan di Timor Leste. “Kita dapat bekerja sama dalam kolaborasi riset, kolaborasi komunikasi, maupun kolaborasi pengajaran,” ujar Mutiah dalam keterangan yang dikirim Jumat (20/2).
Selain itu, keberadaan Kagama Timor Leste menjadi potensi penghubung strategis dalam memperluas dan memperkuat jejaring kolaborasi. Saat ini, alumni UGM di Timor Leste telah berkiprah pada posisi-posisi penting di sektor pemerintahan, perguruan tinggi, maupun industri. Kerja sama yang dibangun diharapkan mampu berkontribusi pada pengembangan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. “Kagama di Timor Leste dapat menjadi penghubung antara perguruan tinggi dengan masyarakat. Jadi, hal tersebut dapat secara spesifik dikolaborasikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mutiah Amini menekankan pentingnya keberlanjutan program serta komitmen bersama dalam merealisasikan kerja sama yang telah direncanakan. Sehingga, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi juga menjadi wujud komitmen bersama untuk mendorong perdamaian dan kesejahteraan kedua bangsa secara berkelanjutan. “Yang paling penting adalah bagaimana keberlanjutan dari satu program yang sudah direncanakan di awal itu kemudian dikawal supaya bisa direalisasikan bersama,” ujarnya.
Melalui kunjungan tersebut, Mutiah meyakini kerja sama ini bisa membangun kolaborasi akademik yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut juga diharapkan dalam memperkuat historis dan kultural antara Indonesia dan Timor Leste dalam semangat persaudaraan antar bangsa.
Penulis : Diana
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. FIB UGM
