Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof Ova Emilia, melaksanakan pertemuan dengan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Dr. Akhmad Sodiq, dan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Suharnomo di ruang sidang pimpinan Gedung Pusat UGM, Jumat (13/2) lalu. Dihadiri oleh perwakilan Bappenas, pertemuan ketiga pimpinan perguruan tinggi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sistem pengelolaan proyek Sekar Purwo, sebuah pusat inovasi kesehatan terintegrasi hasil kolaborasi strategis antara Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RS PTN) dari ketiga kampus tersebut.
Seperti diketahui, Rumah Sakit Akademik (RSA) atau RS PTN menjadi salah satu fasilitas yang mendukung upaya pengabdian akademisi untuk masyarakat. RS PTN bukan hanya bertugas sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga memiliki misi pengabdian, riset, dan inovasi yang tidak bisa digantikan oleh Kementerian Kesehatan.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan akademisi sangat diperlukan untuk mengembangkan infrastruktur dan pengelolaan aset untuk mendukung sistem pelayanan kesehatan yang lebih relevan, komplit, sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat. Menurutnya, proyek Sekar Purwo dapat menjadi embrio dengan fokus pengembangan bertahap yang dapat menyediakan layanan bagi masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah.
“Saat ini Kemdiktisaintek sudah memiliki 33 RS PTN dan itu luar biasa. Harus ada satgas khusus di bawahnya, atau sejenis konsorsium untuk membantu mengelola fasilitas pelayanan tersebut. Terlebih, perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia yang turut membantu berbagai riset di Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Sekar Purwo sendiri lahir dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) yang diajukan atas nama ketiga universitas, dan telah berjalan mulai awal tahun 2026. Adapun keluaran dari proyek ini meliputi pembangunan gedung pelayanan, gedung penelitian dan pengembangan, pembuatan data base terintegrasi, dan alat medis yang masih belum melalui taraf uji coba massal, yang tersebar di masing-masing universitas. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menjustifikasi, bagaimana ketiga kampus dapat menjaga tata kelola untuk kesinambungan kolaborasi.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko menyampaikan bahwa Sekar Purwo mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Inggris untuk menggagas sistem operasional yang lebih siap dan matang. “Kita memilih lender dan akan bekerja sama membangun ekosistem riset dengan perguruan tinggi di United Kingdom sekaligus membangun strategic collaboration,” ujarnya.
Dalam lingkup Yogyakarta dan Jawa Tengah, terdapat 37 juta jiwa yang ditargetkan akan dilayani oleh ketiga RS PTN. Oleh karena itu, sinergi ketiga kampus sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran pengelolaan Sekar Purwo dan memastikan bahwa kerja sama ini akan akan dapat berkesinambungan dan berkelanjutan. Dengan demikian standar pelayanan medis oleh rumah sakit yang dikelola perguruan tinggi akan meningkat dari skalabilitas dan efisiensi operasional, untuk menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat yang lebih baik.
Penulis : Ika Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
