
Universitas Gadjah Mada kembali menjadi tuan rumah Forum Diskusi Jaringan Penjaminan Mutu PTN Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia, kamis (7/8), dengan menghadirkan pimpinan satuan penjaminan mutu dan reputasi universitas dari berbagai PTN-BH dari berbagai universitas seluruh Indonesia.
Wakil Rektor UGM bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Wening Udasmoro, menyampaikan bahwa PTN-BH saat ini menjadi tulang punggung reputasi pendidikan tinggi Indonesia di mata dunia. Meski begitu, PTN-BH dihadapkan pada tantangan dan dinamika terkait regulasi yang terus berubah dari waktu ke waktu. “Perubahan regulasi yang cepat menuntut PTN-BH untuk bisa menyesuaikan diri secara lincah agar tetap mampu menjaga kualitas pendidikan dan reputasinya secara global,” ujar Wening.
Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) UGM, Prof. Indra Wijaya Kusuma, menjelaskan bahwa pertemuan kali ini sengaja digelar untuk menyusun standar dan kriteria penjaminan mutu yang sesuai dengan regulasi baru sekaligus memberi masukan strategis terkait kebijakan akreditasi nasional. “Saat ini banyak program studi yang akreditasinya telah dialihkan ke LAM, tetapi proses transisinya dari BAN-PT sering tidak berjalan mulus. Ini menyebabkan kebingungan di berbagai institusi dan memerlukan langkah-langkah yang cepat dan tepat agar kualitas tetap terjaga,” tegasnya.
Indra menegaskan forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara PTN-BH dalam menyikapi perkembangan sistem akreditasi dan menjamin mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Hasil diskusi nantinya akan dirumuskan sebagai rekomendasi bersama untuk disampaikan kepada otoritas terkait dalam rangka memastikan bahwa standar pendidikan tinggi nasional tetap kompetitif dan adaptif.
Penulis : Bolivia Rahmawati
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie