Direktorat Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada bersama Forum Komunikasi Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Forkom UKM UGM) menyelenggarakan kerja bakti di lingkungan kampus. Kegiatan dibuka pada Jumat (6/2) pagi di halaman GOR Nusantara dan mengundang pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar, khususnya area sekretariat, dimana mahasiswa sering melangsungkan kegiatan.
Ghina, salah satu pengurus Forkom UKM UGM mengatakan bahwa kerja bakti menjadi inisiatif yang sangat baik dan disambut oleh pengurus UKM lainnya. “Tentunya senang mengetahui Ditmawa memberi perhatian lebih ke kami, apalagi tadi pagi juga sempat diberikan peralatan bersih-bersih dan bisa kami pakai di sekre. Kegiatan ini juga menumbuhkan gotong royong, setelah sebulan lebih UKM banyak yang vakum karena liburan,” ujar mahasiswa yang juga merupakan atlet panahan ini.
Diketahui, sejak satu minggu sebelumnya, para Ketua UKM maupun pengurus telah dikumpulkan di GOR Nusantara dan diberikan arahan terkait rencana penyelenggaraan kerja bakti. Beberapa area yang dibersihkan meliputi sekretariat UKM yang terletak di beberapa area kampu, GOR Nusantara, Wisdom Park, dan lapangan softball atau area GOR Lembah. Titik-titik tersebut menjadi zona vital yang setiap hari hampir selalu dipadati anggota UKM untuk berlatih. Dari sekitar 54 UKM yang ada, sekitar 35 diantaranya telah berpartisipasi, membersihkan basecamp dan area kegiatan masing-masing.
Momen ini bertepatan dengan proses regenerasi UKM yang umum dilaksanakan menjelang awal semester baru. UKM menjadi salah satu ekosistem kampus yang dapat membentuk karakter dan memberikan pengalaman di luar kelas bagi mahasiswa. Oleh karena itu, Ditmawa memfasilitasi kelangsungan agenda UKM, salah satunya dengan kerja bakti yang dapat memupuk jiwa gotong royong para mahasiswa.
Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan, Dr. Drs. Mustofa Anshori L., M.Hum. menyampaikan dalam sambutannya bahwa penting bagi mahasiswa untuk lebih memperhatikan ruangan yang menjadi basecamp komunitas masing-masing. “Mahasiswa Universitas Gadjah Mada sudah sepatutnya melek terhadap kebersihan. Kedepannya diperlukan sistem manajemen sekretariat dan konsistensi jadwal piket untuk merawat aset yang kita miliki,” terangnya.
Penulis : Ika Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Jesi
