Jintan hitam (Nigella sativa L.) telah lama dikenal di masyarakat untuk bahan rempah untuk masakan gulai dan kari. Sedangkan minyaknya sering diminum sebagai obat tradisional. Minyak jintan hitam diketahui mengandung senyawa bioaktif bernilai tinggi seperti timokuinon, karotenoid, dan tokoferol yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Namun, senyawa-senyawa tersebut rentan terhadap degradasi akibat paparan cahaya, panas, dan oksigen.
Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Universitas Gadjah Mada, Dr. Aulia Ardhi, berhasil mengembangkan sistem Nanostructured Lipid Carriers (NLC) berbasis lipida berukuran nano yang mampu meningkatkan kelarutan, stabilitas oksidatif, dan bioaksesibilitas timokuinon.
Sistem NLC ini menggunakan kombinasi lipida padat dan cair sebagai fase terlarut dengan ukuran partikel <100 nm. Dalam penelitiannya, Ardhi mengombinasikan gliseril monostearat dan minyak jinten hitam sebagai fase terlarut, menggunakan Tween 80 sebagai surfaktan nonionik, serta mengoptimalkan formulasi untuk menghasilkan sistem yang efisien dan stabil. Hasilnya, NLC mampu memperlambat degradasi timokuinon lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan emulsi konvensional, serta mempertahankan kejernihan dan ukuran partikel yang kecil ketika diaplikasikan pada jus apel murni dan jus apel berkarbonasi hingga 28 hari penyimpanan.
Atas hasil penelitiannya ini, Ardhi mendapat Penghargaan Kimia (Förderungspreis für Chemie) 2025 dari Die Österreichische Chemische Gesellschaft (GÖCH) atau The Austrian Chemical Society di Wina Austria pada 17 Oktober 2025 lalu. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Prof. Dr. Peter Gärtner selaku Presiden GÖCH kepada Ardhi, peneliti muda yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu kimia dan aplikasinya.
Ardhi mengaku bersyukur atas penghargaan kimia dari Austria tersebut. Menurutnya penghargaan ini tidak lepas juga atas kontribusi bimbingan Priv.-Doz. Dr. Matthias Schreiner (BOKU University) dan Prof. Sri Raharjo, dari FTP UGM saat ia menyelesaikan penelitian disertasi doktoralnya di University of Natural Resources and Life Sciences (BOKU University), Vienna, berjudul “Nanostructured Lipid Carriers as a Delivery System for Black Seed Oil and Its Application in Beverage.”
Ardhi menjelaskan, penelitian yang dilakukannya ini dinilai oleh GOCH membawa kontribusi penting dalam bidang kimia pangan dan teknologi nano, khususnya dalam pengembangan sistem penghantaran bahan bioaktif alami yang stabil dan dapat diaplikasikan pada produk pangan. “Inovasi ini membuka peluang besar bagi pengembangan produk pangan dan nutraseutikal berbasis bahan alami, terutama dari sumber herbal yang banyak dimanfaatkan di Asia, termasuk Indonesia,” katanya, Kamis (26/2).
Penambahan beta karoten juga terbukti memberikan perlindungan tambahan terhadap kerusakan fotooksidatif pada sistem NLC, menjadikan teknologi ini potensial untuk diterapkan dalam industri minuman fungsional dan suplemen herbal.
Selain kontribusi ilmiah, penelitian ini sejalan dengan arah penguatan riset nasional dalam bidang ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal untuk menghasilkan produk inovatif bernilai ekonomi tinggi. Meski mendapat penghargaan, Ardhi mengaku dalam menjalankan riset ini menghadapi tantangan besar, terutama dalam menjaga stabilitas timokuinon di dalam sistem nano ketika diaplikasikan pada matriks minuman yang kompleks seperti jus berkarbonasi,
Namun melalui optimasi formulasi dan pemahaman mendalam terhadap mekanisme oksidasi lipida, ia berhasil menemukan strategi yang efektif untuk mempertahankan aktivitas senyawa bioaktif tersebut. “Teknologi ini adalah jembatan antara sains dasar dan aplikasi nyata. Dengan pendekatan kimia dan teknologi lipida yang presisi, bahan bioaktif alami dapat dihantarkan secara lebih stabil dan efektif tanpa kehilangan karakter alaminya,” ujar Dr. Ardhi.
Bagi Ardhi, penghargaan internasional ini menegaskan kiprah peneliti muda Indonesia di kancah internasional serta memperkuat sinergi ilmiah antara Universitas Gadjah Mada dan BOKU University dalam pengembangan riset berorientasi inovasi berkelanjutan dan peningkatan daya saing riset nasional.
Penulis : Ika Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Peneliti dan Freepik
