Pernah mengenyam kuliah di kampus Universitas Gadjah Mada menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Ketua Kagama Timor Leste Manuel Vong, Ph.D. Selepas lulus S2 di Magister Administrasi Publik UGM, ia pulang ke negaranya untuk mengabdi. Beruntung, selama meniti karier profesionalnya, ia pernah mengemban amanah sebagai Menteri Pariwisata Timor Leste. Bahkan terinspirasi dari kampus UGM, ia pun juga ikut mendirikan kampus Dili Institute of Technology sekaligus pernah menjadi Rektor di kampus tersebut.
Manuel mengaku jabatan yang pernah diembannya tidak diraih dengan mudah. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan kariernya hingga berada pada tahap tersebut kerap mengalami berbagai kesulitan. Namun, berkat kontribusi dan dedikasi dari kampus UGM melalui tangan-tangan dosen berpengalaman, setiap permasalahan yang dihadapi selalu menemukan solusinya. “Kami diasah, diasuh dan diasih oleh Prof. Sofian Effendi dan Prof. Warsito serta para Profesor lainnya yang hebat, membentuk seorang anak petani, sopir taxi dan penjual roti dari Samoro, Soibada, bisa menjadi seperti ini,” ungkap Manuel mewakili PP Kagama saat memberi pidato sambutan wisuda program Pascasarjana UGM, Rabu (21/1) di Grha Sabha Pramana.
Dikatakan Manuel, ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh dari Universitas Gadjah Mada menjadi bekal penting dalam kontribusinya di bidang pendidikan serta pengembangan pengetahuan bagi masyarakat Timor Leste. Dengan ilmu-ilmu yang sudah diperoleh, ia dapat berperan langsung dengan memberikan dampak nyata di tanah kelahirannya. “Saya bisa merasakan nilai-nilai yang dimiliki UGM dalam menyelesaikan program master saya. Sehingga, saya bisa melihat realita kehidupan secara langsung dan menyusun cara agar dapat menerapkan visi yang memberikan manfaat pada masyarakat, dengan tetap memegang teguh pada prinsip Kagama yaitu, Guyub, Rukun, Migunani,” ungkapnya
Saat menjadi Rektor Dili Institute of Technology (DIT) dan Menteri Pariwisata Timor-Leste bukan lah sebuah proses yang instan. Maka dari itu, Manuel Vong, Ph.D tidak ingin melewatkan kesempatannya untuk berbagi ilmu kepada seluruh lapisan masyarakat di Timor-Leste. “Saya bersyukur karena setelah menyelesaikan studi saya di Magister Administrasi Publik UGM, saya bersama teman-teman saya dapat mengabdi kepada masyarakat Timor-Leste dengan mendirikan Dili Institute of Technology, yang memiliki motto ‘Educated to Serve’ atau ‘Dididik untuk melayani’,” imbuhnya.
Dengan didirikannya sebuah institusi pendidikan di Timor-Leste, Manuel Vong berharap supaya masyarakat Timor-Leste memiliki pengalaman dan pengetahuan yang setinggi-tingginya. “Kita ingin mempermudah masyarakat dalam proses mencari pekerjaan yang layak dan memiliki profesionalitas sesuai dengan bidangnya,” terangnya.
Sebagai Ketua dari Kagama Timor-Leste, Manuel Vong, Ph.D tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani masa studinya di UGM. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui upayanya dalam menjembatani program pengabdian masyarakat, seperti Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di daerah perbatasan antara Indonesia dengan Timor-Leste. “Saya yakin bahwa Kagama Timor-Leste dan juga seluruh Kagama di Indonesia memiliki komitmen yang sama untuk menjadikan program KKN sebagai pusat pertumbuhan, pusat perubahan, dan pusat inovasi bagi masyarakat di area perbatasan Indonesia dan Timor-Leste,” ungkapnya
Dalam kesempatan tersebut, ia juga turut mengungkapkan perasaannya, terutama kepada seluruh pihak yang membantu di saat masa-masa sulitnya. Manuel Vong, Ph.D menyampaikan apresiasinya kepada para guru maupun dosen, karena telah mendukung dan mendampinginya dalam berbagai keadaan selama menempuh studi. “Saat saya mengalami kesulitan, banyak sekali yang membantu saya. Jadi, saya juga ingin membantu orang-orang yang mungkin mengalami kesulitan sama dengan saya, terutama di bidang. Supaya pendidikan dapat dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakat,” imbuhnya.
Kini, Manuel selain menjadi Ketua Kagama Timor Leste saat ini mengemban amanah sebagai Direktur Program Doctor of Business Administration di Dili Institute of Technology. Sebagai Ketua Kagama di Timor Leste, ia menyebutkan jumlah alumni UGM mencapai lebih dari 3000 orang. Ia berharap, melalui Kagama ini akan memperkuat kerja sama antara UGM dengan pemerintah Timor Leste.
Penulis : Diyana Khairunnisa
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
