Guru Besar Departemen Kulit dan Kelamin FK-KMK UGM, Prof. Dr. dr. Y. Widodo Wirohadidjojo, Sp.KK(K), mengatakan teknologi sel punca menjadi bagian dari evolusi terapi regeneratif untuk mengatasi penuaan kulit (skin aging). Sebab, turunan sel punca mampu menunda mekanisme penuaan kulit. “Menurut kami sekretom sudah agak ketinggalan di dunia internasional. Kami lebih mengejar ke arah eksosom. Karena itu saya bicaranya adalah stem cell pada kulit menua,” katanya.
Sementara dalam bidang dokter spesialis ortopedi RSA UGM, dr. Lutfi Hidayat, Sp.OT(K)., menjelaskan bahwa bagian ortopedi ditugaskan untuk menyambung tulang, namun dengan adanya pengembangan sel punca ini dapat mengubah mengoptimalisasi respon biologis tubuh ini agar menjadi lebih cepat, lebih kuat, dan lebih alami. “Karena healing itu sebenarnya di tubuh juga fase itu ada. Bagaimana kita bisa akselerasi dengan tetap menghormati apa yang dikerjakan tubuh sehingga fungsinya menjadi lebih baik. Jadi harapannya yang dulu “tukang kayu”, sekarang kami jadi kayak “petani” karena yang diurusi bibit (sel), pupuk (sekretom/eksosom), dan sebagainya,” jelasnya.
Dosen Dermatologi dan venereologi Undip dr. Holly Ametati, Sp.KK(K) membagikan pengalaman klinisnya menggunakan sekretom gel pada penyembuhan luka. Ia membagikan hasil gel tersebut pada Pemphigus Vulgaris, Pyoderma Gangrenosum, Ulkus Dekubitus (Luka Tekan), Luka Bakar (Burn Injury), dan juga Dermatitis Kontak Alergi. Kelima studi kasus tersebut menunjukan hal positif dalam proses penyembuhan luka tersebut.
Dr. dr. Andreasta Meliala M.Kes., selaku Kepala Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu UGM mengatakan pemanfaatan sel punca atau stem cell dalam layanan rumah sakit agar dapat dinikmati oleh lebih banyak pihak dari berbagai kalangan. Oleh karena itu, rumah sakit dapat memfasilitasi mengenai pengembangan stem cell di pelayanan klinis. “Kerja sama dari berbagai sektor sains dan teknologi, kemudian adanya kemudahan regulasi, serta kolaborasi itu yang menjadi penting. Kita juga berharap nanti dalam 5-10 tahun kita akan melihat produk-produk yang bisa dihasilkan dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya.
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Salwa
